Senin, 09 Februari 2015

Walikota Solo: “Esemka Sudah tak Ada Artinya bagi Jokowi”





Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, mengaku sangat kecewa terhadap Jokowi dan menolak kerjasama antara Indonesia dan Proton Malaysia dalam pengembangan mobil nasional (Mobnas).



''Saya menolak keras. Esemka lebih unggul kok,'' Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, di Solo, Senin (9/2).



Menurutnya jika alasan kerjasama dengan Proton untuk transfer pengetahuan, seharusnya kerjasama tidak dilakukan dengan Proton. Tetapi, dengan negara yang lebih maju dalam industri otomatif.



FX Hadi Rudyatmo yang akrab dipanggil Rudy ini mengatakan Presiden semestinya mengembangkan Mobnas Esemka seperti yang telah dijanjikan dulu. Esemka itu komponennya 80 persen asli Indonesia.



"Perjuangan Mobnas Esemka tidak ada artinya, pada hal ini mempunyai sejarah panjang baik kepada Presiden Jokowi atau mobil itu sendiri," kata Rudy.



Dia menegaskan kebijakan (Mobnas) seperti itu bukan kebijakan revolusi mental dan tidak sesuai dengan Nawa Cita Presiden Jokowi.



"Nawa citanya dulu itu seperti apa, karena kehadiran negara untuk masyarakat tidak muncul. Janji pak Jokowi untuk Revolusi Mental ini seperti apa. Dulu dibelain mengurus sertifikat uji emisi gas buang, ini merupakan perjuangan yang panjang untuk mewujudkan Mobil Esemka," pungkas Rudy.



Kekecewaan kerjasama Pemerintah Indonesia dan Malaysia juga dilayangkan produsen mobil tanah air, PT Solo Manufaktur Kreasi, Produsen mobil Esemka. Mereka menilai kemampuan penguasaan teknologi antara Malaysia dan Indonesia dinilai masih setara di dalam pengembangan industri otomotif.



"Sayangnya gandeng Malaysia, bukan kita merendahkan tetap kemampuan teknologi mereka sama dengan Indonesia di industri manufaktur maka kita nggak kerjasama dengan Malaysia," kata Humas Solo Manufaktur Kreasi Budhi Martono lasir detikFinance, Sabtu (7/2/2015).



Sejak tahun 2007 merintis pengembangan mobil Esemka, Solo Manufaktur Kreasi menggandeng raksasa otomotif dunia seperti BMW, VW, Mercedes Benz.



"Mobil nasional itu program nasional. Pemerintah tunjuk, kita jalan. Pemerintah nggak tunjuk, mobil Esemka tetap berjalan tapi kita belum dilibatkan dalam proyek mobil nasional," sebutnya.



Meski mobil Esemka diorbitkan oleh Jokowi saat menjabat Walikota Solo, Budhi mengaku pihaknya belum pernah diajak bicara tentang mobil nasional oleh Jokowi pasca terpilih menjadi Gubernur DKI hingga terpilih kembali sebagai Presiden.



"Waktu Pak Jokowi jadi gubernur belum ada sentuhan mobil nasional. Kemudian hingga pak Jokowi jadi RI 1 juga belum pernah diskusi. Komunikasi kita dengan pak Jokowi terhenti, apa mungkin pak Jokowi sibuk, kita nggak tahu," paparnya.



sumber: ROL/Dtkfinance
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar