Minggu, 08 Februari 2015

Ribuan Muslim Inggris Protes Charlie Hebdo



Ribuan muslim Inggris memprotes kartun Nabi Muhammad SAW dalam majalah satir Prancis, Charlie Hebdo. Aksi ini digelar di dekat kantor Perdana Menteri Inggris, David Cameron.



Demonstran berbaris ke Downing Street, Minggu, 8 Februari, dengan memegang papan-papan bernada protes kepada Charlie Hebdo.



Salah seorang demonstran menyerukan protes dan menggelar doa bersama, kemudian perwakilan demonstran menyampaikan petisi yang ditandatangani oleh lebih dari 100 ribu muslim Inggris ke kantor perdana menteri.



Petisi tersebut mendefinisikan kartun Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah penghinaan atas norma-norma masyarakat yang beradab.



Setelah terjadi penyerangan atas kantor Charlie Hebdo di Paris, Januari lalu, majalah satir tersebut kembali menerbitkan edisi memorial yang menampilkan kartun Nabi Muhammad SAW di halaman depannya.



Warga London berbondong-bondong membeli terbitan tersebut. Sementara itu, media Inggris tidak menerbitkan ulang kartun tersebut, karena dianggap menyinggung umat Islam.



"Mayoritas warga yang cinta damai harus terus menyerukan perdebatan yang sopan dan bertanggung jawab. Di masa penuh ketegangan dan emosi, sangat penting bagi kedua belah pihak menahan diri untuk mencegah peristiwa seperti ini terjadi lagi," tegas juru bicara Forum Aksi Muslim, Shaykh Tauqir Ishaq, seperti dilansir SBS, Senin, (9/2/2015).



Demonstrasi tandingan dari kelompok ekstrim-kanan berkumpul di seberang jalan sambil melambaikan bendera Union Jack. Mereka membawa spanduk bertuliskan "Rebut Kembali Negara Kita."





DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar