Jumat, 06 Februari 2015

Seragam Tawanan ISIS cerminkan Napi Guantanamo menuai Reaksi



Ada kesamaan dari semua tawanan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang divideokan dan diunggah ke media sosial. 



Termasuk Mouath al-Kasaesbeh, pilot Yordania yang dieksekusi dengan dibakar hidup-hidup. Ia menggunakan baju tahanan warna oranye yang diyakini mirip dengan para narapidana di penjara Guantanamo.



Namun pejabat pertahanan Amerika Serikat langsung menampik pemikiran itu. Diberitakan Reuters, Brian McKeon, Wakil Kepala Pertahanan untuk Kebijakan menegaskan jumpsuit oranye yang dikenakan para tawanan ISIS bukan kebetulan mirip dengan simbol fasilitas Guantanamo.



Itu merupakan tindakan ISIS yang disengaja dan bertujuan tertentu, yakni membingungkan pikiran publik Amerika.



"Presiden Barack Obama dan tim keamanan nasional Amerika percaya bahwa operasi lanjutan pusat penahanan di Teluk Guantanamo dimanfaatkan oleh kelompok ekstremis kejam untuk menghasut penduduk lokal," tutur McKeon.



"Bukan kebetulan bahwa video ISIS baru-baru ini yang menunjukkan pembakaran pilot Yordania secara barbar dan eksekusi biadab terhadap sandera Jepang, masing-masing memperlihatkan korban mengenakan jumpsuit oranye, yang diyakini banyak orang sebagai simbol fasilitas penahanan Guantanamo," ia menjelaskan.







Sementara itu, perdebatan soal Guantanamo masih digodok di parlemen. Dalam pidato pembukaannya, Senator dari Partai Republik, John McCain mengatakan panel akan segera membuka debat dan voting untuk undang-undang yang melarang semua transfer tahanan dari Guantanamo selama dua tahun. Undang-undang itu digagas oleh anggota panel yang juga Senator Republik, Kelly Ayotte.



Meskipun McCain mengatakan bahwa menutup Guantanamo akan memajukan kepentingan keamanan nasional AS, ia menyalahkan pemerintahan Obama yang gagal memberikan rencana yang komprehensif untuk bertanggung jawab menutup fasilitas itu.



Sementara dalam perundingan untuk hubungan diplomatik dengan Kuba, AS diminta mengembalikan Teluk Guantanamo pada Havana.



sumber: CNNinternational







DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar