Kamis, 12 Februari 2015

Ini Bukti Standar Ganda Media Barat Pembunuhan #ChapelHillShooting





Tagar #ChapelHillShooting dan #MuslimLivesMatter masih menduduki trending topik di Twitter. Munculnya tagar ini dijadikan sindiran para netizen atas bungkamnya media-media barat mengenai insiden ini.



Netizen membandingkan kasus ini dengan penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo yang terjadi beberapa waktu lalu.



Penembakan brutal yang dilakukan Craig Stephen Hiks terhadap tiga mahasiswa Muslim Amerika di sebuah apartemen kampus di Chapel Hill, Carolina Utara, tentu sangat melukai perasaan masyarakat dunia terlebih umat Muslim.



"Saya ingin melihat protes, saya ingin melihat liputan berita, saya ingin melihat pawai, saya ingin kemarahan yang sama seperti yang terjadi di Prancis. #ChapelHillShooting," kicau Adham Kassem, sebagaimana diberitakan //Islam Online//, Kamis (12/2).



Berbagai media Barat jadi sasaran kemarahan pengguna internet yang dianggap menerapkan standar ganda atas pemberitaan tersebut.



"#ChapelHillShooting sudah berlangsung sekitar 9 jam yang lalu dan belum ada liputan dari CNN, FoxNews, MSNBC dan media-media lainnya, " sindir Khaled Bey.



"Ada 3 Mahasiswa Muslim ditembak mati di #ChapelHillShooting hari ini, tapi Media AS tidak memberitakannya sama sekali bahkan hingga sekarang!," tulis Farhan Khan Virk.



Para Netizen juga mempertanyakan sikap media-media barat yang menyebut pelaku sebagai 'penyerang' bukan 'teroris' sebagaimana yang kerap mereka sematkan tatkala pelaku adalah muslim.



Seorang kartunis Carlos Latuff juga berkicau: "Sekarang bayangkan jika Craig Hiks adalah Muslim dan telah menembak mati tiga pemuda Kristen / Yahudi ... #ChapelHillShooting," kicaunya merujuk kepada pelaku penembakan.







Dalam kasus di Paris, pelaku serangan dicap teroris, sedangkan dalam kasus di North Carolina pelaku serangan yang menyerahkan diri hanya dianggap penjahat biasa.



”Saya ingin tahu,” kata Doktor Yasir Qadhi, seorang teolog Islam melalui Twitter.”Ketika semua pemimpin dunia datang danberjabat tangan dan berbaris di jalan-jalan Chapel Hill untuk mengutuk Islamophobia,” ujarnya, membandingkan reaksi serupa para pemipin dunia atas kasus serangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo.



“jika pembunuhnya adalah muslim itu terorisme, tetapi jika korban adalah muslim mereka bahkan tidak mendapatkan label,” tulis pengguna akun Twitter, @kkarlebe dengan mencantumkan hastag #MuslimLivesMatter.



“Saya tidak menyalahkan ateisme untuk pembunuhan tiga Muslim Amerika. Fokus saya adalah fanatisme pejabat pemerintah dan profesional terhadap (perilaku)anti-Muslim,” tulis pengguna akun Twitter @Deanofcomedy.



Polisi setempat semula menyatakan kasus itu sebagai buntut perselisihan sengketa parkir. Namun, kini mereka juga mulai menyelidiki kasus itu terkait dugaan kejahatan rasial.





DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar