Selasa, 10 Februari 2015

Bongkar! "SwissLeaks" Gemparkan Dunia





Dokumen-dokumen rahasia yang disiarkan secara online telah mengguncang dunia, menyebutkn bank raksasa HSBC telah membantu para nasabah kaya mengemplang jutaan dolar kewajiban membayar pajak, selain telah mengungkap hubungan sistem keuangan dengan kalangan kaum ultra kaya dunia.



File-file rahasia yang kemudian disebarluarskan dan menjadi kasus yang disebut SwissLeaks itu melibatkan nama-nama beken kaum selebritas, para pedagang senjata dan politisi, kendati belum tentu mereka berbuat kejahatan melanggar hukum.



Dokumen-dokumen rahasia yang dipublikasikan akhir pekan ini menyebutkan bahwa divisi Swiss dari bank yang berbasis di London, Inggris, itu telah membantu nasabah-nasbahnya di lebih dari 200 negara untuk mengemplang pajak lewat rekening-rekening yang bernilai total 119 miliar dolar AS.



File-file rahasia dari bank terbesar di Eropa ini telah dicuri, Herve Falciani, seorang pekerja IT menjadi whistleblower, dia mencuri berkas pada tahun 2007 dan menyerahkannya pada pemerintah Perancis, namun mereka tidak mempublikasikannya ke publik.



Lalu Konsorsium Jurnalis Investigatif Internasional (ICIJ) memperoleh file-file itu dari koran Prancis Le Monde yang kemudian mereka bagikan ke sekitar 45 media massa di seluruh dunia.







Dokumen-dokumen itu menunjukkan bahwa HSBC telah membuka rekening-rekening Swiss untuk para kriminal internasional, pengusaha, politisi dan selebritis, kata ICIJ.



Pengungkapan data ini mendorong ada seruan untuk menyelidiki upaya penghindaran pajak yang canggih oleh orang-orang kaya dan perusahaan-perusahaan multinasional.



"HSBC diuntungkan oleh berbisnis dengan para pedagang senjata yang menyalurkan bom-bom mortir kepada tentara-tentara cilik di Afrika, menjadi kantong uang untuk para diktator Dunia Ketiga, para penyelundup perdagangan berlian berdarah, dan tindakan-tindakan menyalahi hukum secara internasional lainnya," kata ICIJ seperti dikutip AFP.



Dijuluki sebagai "Snowden para pengemplang pajak" dan "pria yang menakuti orang-orang kaya", Herve tetap menjadi buronan atas tuduhan pencurian data, namun Perancis dan Spanyol telah menawarinya perlindungan dengan menolak ekstradisi Herve ke Swiss, demikian AFP.



Di antara nama terkenal yang tersangkut dan disebut-sebut dalam skandal ini adalah pebalap motor terkenal asal Italia Valentino Rossi.



Rossi tercatat menyimpan dana 23,9 juta dolar AS dalam dua rekening di bank HSBC cabang Swiss itu. Namun Rossi menegaskan dia selalu melaporkan status pajaknya kepada pihak berwenang Italia.





Nama-nama terkenal lainnya adalah Rami Makhlouf, sepupu Presiden Suriah Bashar al-Assad, perancang terkenal Diane von Furstenberg, dan supermodel Elle Macpherson.



Menurut Konsorsium Jurnalis Investigatif Internasional (ICIJ) yang membeberkan dokumen rahasia itu dari bocoran seorang mantan karyawan IT HSBC, uang dalam rekening Diane von Furstenberg adalah berasal dari orang tua sang desainer, sedangkan pengacara Elle Macpherson menegaskan bahwa kliennya sungguh patuh pada hukum pajak Inggris.



Namun dari catatan ICIJ, dari file-file rahasia yang dibocorkan itu menyebutkan bahwa para karyawan HSBC prihatin pada niat nasabah-nasabah mereka dalam menyembunyikan uang mereka dari mata pihak berwenang di negaranya masing-masing.



Misalnya, mengenai salah satu rekening milik orang kaya Denmark, seorang karyawan HSBC menulis, "Semua kontak melalui salah satu dari tiga anak perempuannya tinggal di London. Pemilik rekening ada di Denmark, mesti diawasi karena adalah tindakan kriminal memiliki rekening di luar negeri namun tidak dilaporkan."



sumber: AFP





DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar