Senin, 22 Desember 2014

Jurnalis Barat pertama di ISIS: “ISIS Jauh Lebih Kuat dari yang Dibayangkan”





Jurnalis Jerman, Jürgen Todenhöfer, menjadi jurnalis Barat pertama yang berhasil menembus wilayah “khilafah” ISIS di Suriah dengan selamat.



Dia menyebut, ISIS lebih berbahaya dari yang dibayangkan Barat.



Jurnalis Jerman itu kini telah kembali dengan selamat ke negaranya. Jürgen Todenhöfer, 74, telah berbulan-bulan melakukann negosiasi dengan militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melalui Skype.



Dia memulai perjalanan dari Turki ke Mosul, Irak, untuk mengakses basis ISIS di Suriah pada bulan Juni 2014.



Todenhöfer berencana untuk menerbitkan ringkasan reportasenya yang berjudul "10 hari di Negara Islam" pada hari Senin (22/12/2014).



“Kelompok itu jauh lebih kuat dan jauh lebih berbahaya dari yang dibayangkan Barat,” katanya.







Selama menghabiskan waktunya di basis ISIS, Todenhofer berbagi cerita dengan situs berita Jerman Der Tz suasana.



”Gembira, saya tidak pernah mengalami (pengalaman) di zona perang lain, di mana ratsan pejuang asing datang setiap hari,” ujarnya, seperti dikutip Daily Mail.



Todenhöfer mengatakan, bahwa akan sulit bagi koalisi yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengalahkan militan ISIS dengan serangan udara, karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan.



Para militan ISIS, kata dia, tersebar di sekitar wilayah yang mereka kuasai.



“Serangan udara harus ke seluruh Mosul untuk berhasil,” katanya.







Dalam sebuah tulisan di halaman Facebook-nya, Todenhöfer, menyindir kebijakan Barat di Timur Tengah yang ia anggap sebagai kebodohan.



“Siapapun yang ingin mengalahkan musuh-musuhnya harus mengenal mereka,” tulis dia.



Dia membenarkan, bahwa militan ISIS telah telah menghancurkan masjid Syiah dan kuil-kuil suci, serta gereja-gereja Kristen.



”Semua agama yang setuju dengan demokrasi harus mati,” ucap Todenhöfer.
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar