Minggu, 28 Desember 2014

Malaysia Banjir PM malah liburan, Najib Razak Banjir Makian





Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak banjir makian dari masyarakat negeri jiran tersebut. Sebab, PM yang menjabat sejak 2009 itu sedang berlibur di luar negeri saat badai dan banjir bandang menghantam sebagian wilayah Malaysia. Dia disebut tidak berempati atas bencana yang melanda negerinya. Pemerintah juga dituding bergerak lamban dalam menangani korban bencana.


Najib diketahui sedang bermain golf bersama dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama di Hawaii. Namun, pemerintah langsung memberikan pembelaan.


"PM membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak," ujar Wakil Perdana Menteri Mihyiddin Yassin sebagaimana dilansir New Straits Times.


Dia juga menegaskan, selama ini Najib bekerja sangat keras. Karena itu, wajar bagi dia untuk mengambil liburan sama seperti orang lain pada umumnya.


Mihyiddin juga menegaskan, selama Najib pergi, dirinyalah yang bertanggung jawab atas persoalan negara. Pria yang juga menjabat menteri pendidikan Malaysia itu menambahkan, pemerintah sudah bertindak sigap untuk mengatasi banjir kali ini.


"Kami menghadapi bencana banjir setiap tahun. Tapi, ini, tampaknya, yang terburuk yang pernah terjadi selama 30 tahun ini," ujarnya.


Meski demikian, pemerintah belum akan memberlakukan situasi darurat bencana.


"Tidak ada pemadaman listrik total dan suplai air masih lancar. Selain itu, jumlah penduduk yang dievakuasi tidak lebih dari ratusan ribu orang," katanya di balik alasan tidak diberlakukannya status darurat bencana.


Najib memang sedang mengambil liburan akhir tahun bersama dengan keluarganya. Padahal, pada saat bersamaan, terjadi banjir bandang di wilayah timur laut Malaysia. Dia dikabarkan memperpendek waktu liburannya yang seharusnya baru berakhir pada 2 Januari 2015. 


Sekarang dia sedang dalam perjalanan pulang ke Malaysia dan dijadwalkan tiba di Kelantan hari ini. Kelantan memang menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir kali ini.


Rencananya, Najib terjun langsung untuk melihat proses evakuasi korban. Dia juga akan menemui korban yang telah mengungsi serta bertemu dengan para pejabat untuk membahas penanganan banjir.


"Saya benar-benar prihatin dengan bencana banjir yang terjadi. Terhadap orang-orang yang kehilangan rumah mereka serta keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai. Saya ingin melihat situasi (di lokasi bencana) dan bersama dengan masyarakat," ujar Najib.


Sejatinya, banjir musiman sudah biasa terjadi di Malaysia. Banjir itu terjadi sejak beberapa hari. Namun, hujan deras dan badai yang terjadi terus-menerus membuat luapan air yang datang kali ini jauh lebih besar dan tidak terjadi dalam beberapa dekade sebelumnya.


Lebih dari 118 ribu penduduk dari berbagai desa di lima negara bagian terpaksa mengungsi dan lima orang dilaporkan tewas. Ketinggian air lebih dari 2 meter. Rumah-rumah penduduk tenggelam dan tampak atapnya saja.


Seorang korban yang meninggal adalah seorang pria yang tenggelam di area pusat bantuan saat malam Natal. Sebuah perahu yang membawa delapan orang juga dilaporkan hilang. Perahu itu menghilang setelah terjebak dalam pusaran air dan terbalik. 


Tidak diketahui bagaimana nasib mereka selanjutnya. Seratus orang turis di Resort Mutiara Taman Negara juga terjebak. Mereka dapat diselamatkan dan dibawa ke pusat bantuan pengungsi.


Lantaran banjir tersebut, pemerintah menghentikan layanan kereta api di beberapa titik yang terdampak banjir. Selain itu, banyak jaringan komunikasi yang terputus karena badai yang datang sebelum banjir. 


Beberapa negara bagian dan distrik di Malaysia membatalkan perayaan tahun baru sebagai bentuk penghormatan terhadap korban banjir. Kemarin beberapa helikopter yang membawa bantuan makanan dan air bersih dari Kuala Lumpur mulai berdatangan.


Di sisi lain, Departemen Meteorologi memperingatkan bahwa hujan deras masih melanda sebagian wilayah Malaysia dalam beberapa hari ke depan. Bukan hanya pada wilayah yang sudah terkena banjir saat ini, tapi juga Malaysia bagian selatan yang belum terdampak banjir. 


Salah satunya adalah negara bagian Johor. Penduduk di wilayah-wilayah tersebut sudah diperingatkan agar bersiap. (AFP/AP/Free Malaysia Today)




DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar