Minggu, 14 Desember 2014

Bos CIA: “Tindakan CIA terkadang Menjijikan dan Lampaui Batas”





Bos atau direktur CIA, John Brennan, akhirnya mengakui adanya penyiksaan brutal yang dilakukan para interogator CIA terhadap para tahanan kasus 9/11.



Brennan mengakui bahwa dalam proses interogasi yang mereka lakukan anak buahnya memang terkadang melampui batas dan menjijikan. Beberapa petugas menurutnya, memang kerap melakukan tindakan ilegal dan melanggar hukum.



“Terdapat beberapa petugas kami yang melakukan tindakan tidak resmi, dan melampaui kewenangan hukum selama interogasi tersangka terorisme,” ucap Brennan dalam sebuah pernyataan. Seperti dilansir CNN, Jumat (12/12/2014).



Pemimpin badan intelijen Amerika Serikat (AS) itu menegaskan, pihaknya akan segera memproses semua petugas CIA yang melakukan tindakan, yang dalam pandangannya menjijikan dan memang tidak dapat diterima.



“Petugas kami yang melakukan tindakan mejijikkan dan tidak dapat diterima tersebut akan segera kami periksa dalam waktu dekat,” ucapnya.



“Jika terbukti melakukan tindakan tersebut, maka para petugas tersebut harus mempertanggung jawabkan apa yang telah mereka lalukan,” tambahnya.



”Kami tahu, kami memiliki kesempatan untuk memperbaikinya. Mengingat fakta, bahwa teknik ini ditinggalkan tujuh tahun yang lalu, namun harapan saya adalah bahwa kita dapat mengesampingkan perdebatan ini dan bergerak maju untuk fokus pada isu-isu yang relevan dengan tantangan keamanan nasional kita saat ini.”



Program interogasi dengan cara penyiksaan ini dilakukan di bawah pemerintahan Presiden George W. Bush. Para pejabat senior dari pemerintahan Bush telah membela teknik interogasi dengan cara menyiksa tahanan secara brutal itu. Tapi, Presiden Barack Obama resmi melarangnya pada tahun 2009.



Dalam laporan Komite Intelijen Senat AS, beberapa tawanan mengalami penyiksaan, seperti penyiksaan waterboarding, pelecehan seksual, makan kotoran, dan banyak bentuk penyiksaan lain. (*cnn)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar