Senin, 22 Desember 2014

Pembunuh 2 Polisi AS diduga Gengster Berbahaya





Buron penembak mati dua polisi New York, Amerika Serikat (AS) di Brooklyn, diyakini karena dendam rasial -kulit hitam- Amerika.



Pelaku diduga anggota geng berbahaya Black Guerilla Family atau geng penjara Baltimore. Penyidik meyakini pelaku adalah Ismaaiyl Brinsley.






Ismaaiyl Brinsley.

Sedangkan geng itu merupakan geng yang menebar permusuhan terbuka dengan polisi sebagai pembalasan atas kematian Eric Garner dan Mike Brown, pria kulit hitam yang dibunuh polisi kulit putih.



Polisi mengatakan Brinsley membunuh mantan pacarnya di Baltimore, kota terbesar di negara bagian Maryland, Amerika Serikat.



Sebelum mem-posting rencananya untuk membunuh polisi dan bepergian ke New York, sampai akhirnya ada dua polisi ditembak mati di dalam mobilnya.



"Mereka mengambil satu dari kita, saya mengambil dua dari mereka,” tulis Ismaaiyl Abdullah Brinsley di akun Instangram-nya, seperti dikutip news.com.au, Senin (22/12/2014).



"Lihat apa yang akan saya lakukan," sesaat sebelum serangan, kata polisi.



Dialah yang diyakini sebagai eksekutor dua polisi New York.



2009 foto ini disediakan oleh Springfield, Departemen Kepolisian Ohio menunjukkan Ismaaiyl Brinsley setelah penangkapan atas tuduhan perampokan.



Dua petugas polisi yang ditembak mati di Brooklyn adalah Rafael Ramos dan Wenjian Liu. Penembakan terjadi Sabtu pekan lalu. Detektif kini telah melakukan perjalanan ke Baltimore untuk menyelidiki hubungan Binsley dengan geng berbahaya tersebut.



Geng ini didirikan pada tahun 1960 oleh Gorge Jackson atau “Black Panther” di penjara California. Geng itu dibentuk kelompok nasionalis kulit hitam Amerika sebagai gerakan melawan kebrutalan polisi rasis pada akhir 1960-an.



Obama Murka






Dua Polisi New York Ditembak Mati, Obama Murka
Obama

Aksi penembakan yang dilakukan Ismaaiyl Brinsley, pemuda kulit hitam berusia 28 tahun yang menewaskan dua polisi New York, mendapat kecaman keras dari Presiden Amerika, Barack Obama.



“Saya mengutuk aksi penembakan yang menewaskan dua orang petugas kepolisian New York, semalam,” ucap Obama dalam sebuah pernyataan.



Melansir Jpost, Minggu (21/12/2014), Obama menyatakan, kedua polisi tersebut tidak pantas diperlakukan sekejam itu.



“Kita seharusnya menghormati dan mengucapkan terima kasih atas banyak hal yang telah mereka (polisi) lalukan setiap harinya,” Obama menambahkan.



Kedua polisi tersebut ditembak saat sedang duduk di dalam mobil patrolo mereka, dan langsung tewas ditempat.



Sang penyerang, Brinsley menembak kedua petugas tersebut tepat di kepala mereka, sebelum akhirnya melakukan aksi bunuh diri.



New York Berduka






Dua Polisi Ditembak Mati, New York Berduka
Walikota New York

Walikota New York Bill de Blasio menyebut serangan yang dilakukan Brinsley adalah serangan terhadap seluruh warga New York. Dirinya menjadikan hari ini sebagai hari berkabung nasional.



"Kita bergantung pada polisi untuk melindungi kita dari beragam aksi kejahatan. Mereka adalah dasar dari masyarakat kita, dan ketika mereka diserang, itu adalah serangan terhadap konsep kesusilaan," ucap de Blasio.



"Oleh karena itu, setiap warga kota New York harus merasa kalau mereka juga diserang. Seluruh kota harus merasa menjadi korban atas serangan keji ini,” ucapnya.



“Ada sebuah kesedihahan yang sangat mendalam yang ditimbulkan atas kejadian ini,” tambahnya.
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar