Jumat, 19 Desember 2014

1 Dekade Tsunami Aceh, Negara-negara Eropa Kibarkan Bendera Setengah Tiang






Tragedi gempa dan tsunami yang menghantam Aceh dan Provinsi Sumatera Utara sudah memasuki usia 10 tahun. Ratusan ribu orang menjadi korban dalam musibah itu.




Sebagaimana diketahui, kekuatan gempa dengan 9,0 Skala Richter menghancur leburkan wilayah tersebut. Sekira 200 ribu orang menjadi korban bencana itu.



"Hampir 200 ribu orang, setenggah juta lainnya mengungsi, serta penduduk yang kehilangan tempat tinggalnya diperkirakan mencapai 800 ribu orang," kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Olof Skoog



Negara benua biru, merespons tragedi puluhan ribu itu, terbilang luar biasa, berbagai prakasa pengalangan dana digelar.



"Upacara untuk mengenang mereka yang meninggal, mengadakan pemasangan bendera setengah tiang dikibarkan dan itu hampir diseluruh wilayah eropa mengheningkan cipta," tuturnya.







Uni Eropa juga berperan sentral dalam keseluruhan respon internasional, di forum spesial Asean Leader Meeting di dalamnya menjanjikan bantuan senilai lebih dari 2 miliar euro untuk negara-negara yang terkena bencana tsunami.



"566 juta euro bantuan kemanusiaan dan 1,5 miliar euro dalam bentuk hibah untuk bantuan rekontruksi jangka panjang," jelasnya Dalam kontek Aceh, Uni Eropa mampu melaksanakan pendekatan menyeluruh, yang berfokus tidak hanya pada bantuan darurat dan rekontruksi, tetapi juga secara aktif mendukung proses perdamaian di Aceh.



"Aceh telah lama mengalami konflik politik internal dan meskipun kontak-kontak awal antara pihak-pihak yang bertikai telah dilakukan sebelum bencana tsunami," tutupnya.



Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal menyebutkan, bencana tsunami Aceh harus dijadikan pembelajaran bagi semua manusia. Tsunami, kata dia, bukan sekadar bencana tapi juga menjadi ajang pemersatu bangsa-bangsa di dunia.



Saat Aceh dilanda tsunami 10 tahun lalu, kisah Illiza, bangsa-bangsa di dunia menunjukkan solidaritasnya. “Tanpa membedakan ras, suku, agama mereka sama-sama bergerak membantu Aceh,” ujarnya.



(*okz)
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar