Tampilkan postingan dengan label Analisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2015

Heboh ‘Foto Selfie’ Kapolres-Bali Nine bikin Murka Australia





Pemerintah Australia memanggil Duta Besar RI Nadjib Kesoema terkait foto Kapolres Denpasar Djoko Hari Utomo dengan terpidana mati Andrew Chan. Negeri kanguru memprotes foto tersebut yang dianggap tak pantas.



"Sangat disayangkan foto tersebut. Kami telah memanggil duta besar (RI) untuk memberitahukan bahwa kami menganggap foto itu tidak pantas," ujar Perdana Menteri Australia Tony Abbott, seperti dimuat News.com.au, Jumat (6/3/2015).



Pemerintah Australia memanggil Dubes Nadjib Kesoema untuk datang ke Kementerian Luar Negeri di Canberra. Namun Dubes RI tak bisa datang karena jarak dari Perth, tempatnya bertugas, ke Canberra dianggap cukup jauh.



Untuk itu, negeri kanguru kemudian akan melayangkan protes foto tersebut ke Dubes Nadjib melalui saluran telepon.



Pihak Australia menganggap foto tersebut adalah sebuah bentuk 'selfie' menunjukkan ekspresi senyum Kapolres Djoko Hari Utomo sambil menepuk pundak Andrew Chan di pesawat Wings Air, dalam perjalanan dari Lapas Kerobokan, Bali menuju Lapas Nusakambangan, Cilacap.



Ekspresi Djoko dalam foto yang diambil jurnalis Kompas TV itu dianggap tidak memahami apa yang dirasakan sang terpidana mati dan warga negeri kanguru.







"Parliament calls for mercy for Chan and Sukumaran; Denpasar police chief, meanwhile, takes a selfie with the pair (Parlemen sedang berusaha meminta pengampunan untuk Chan dan Sukumaran, sementara itu Kapolres Denpasar berfoto selfie dengan mereka)," kicau warga Australia, @srpeatling.



"Photos of Indonesian police posing for photos with #Bali9 are almost unbelievable. Almost (foto polisi Indonesia dengan terpidana Bali Nine hampir tak bisa dipercaya)," tulis warga negeri kanguru lainnya, @BenRegattieri.



Namun demikian, Djoko Hari Utomo membantah keras hal tersebut. Dia menegaskan foto itu bukanlah foto selfie bahagia. "Ini bukan selfie," ujar Djoko.



Djoko menjelaskan apa yang ia lakukan dalam foto tersebut ialah menepuk punggung sebagai bentuk dorongan agar Andrew Chan tetap kuat menjelang eksekusi mati.



"Jadilah orang yang kuat dan menatap ke depan," Djoko mengaku mengatakan kalimat itu kepada Andrew Chan.



Liputan6

Kamis, 05 Maret 2015

Rusia Tuduh Islam Radikal terkait Terbunuhnya Boris Nemtsov





Komisi yang menyelidiki penembakan politisi oposisi Boris Nemtsov di Moskow 28 Februari, menuduh kelompok ekstremis muslim berada di balik pembunuhan tersebut.



Komite penyelidik juga menyebut kemungkinan bahwa pembunuhan tersebut adalah usaha untuk menimbulkan ketidakstabilan di Rusia. Selain hal tersebut konflik Rusia - Ukraina juga menjadi salah satu isu yang diduga menjadi motif penembakan.



Pernyataan dari komite penyelidik tersebut menyebutkan pria berusia 55 tahun tersebut kemungkinan merupakan korban dari mereka yang menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan politik mereka. Pernyataan ini mengulangi pernyataan dari Presiden Vladimir Putin yang menyebut kejadian ini sebagai sebuah provokasi.



Namun, komite tersebut tidak menyebutkan tuduhan dari para sang pemimpin oposisi yang menunjuk Presiden Putin sebagai dalang dari penembakan. Tuduhan ini muncul karena Nemtsov merupakan pengkritik keras Putin.



Bahkan pada wawancara dengan laman berita Sobesednik, 10 Februari dia mengaku takut akan keselamatannya.



“Saya takut Putin akan membunuh saya. Saya yakin dia yang mengobarkan perang di Ukraina. Saya sangat tidak suka dengan dia (Putin),” kata Nemtsov dalam wawancara tersebut, sebagaimana dikutip The Independent, Minggu (1/3/2015).



Beberapa jam sebelum terbunuh, Nemtsov bahkan menyebut kebijakan Putin sebagai kebijakan yang gila, agresif, dan mematikan.



Pembunuhan Boris Nemtsov memicu kecaman dari kubu oposisi. Diantaranya menduga bahwa pembunuhannya pada Jum’at malam 27 Februari 2015 direncanakan.



Putin sendiri langsung mengecam pembunuhan itu dan menyatakan duka cita kepada keluarganya. Seperti dilansir kantor berita TASS, dia juga memerintahkan badan-badan keamanan menginvestigasi penembakan di sebuah jembatan di pusat Ibukota Moskow tersebut.



Polisi mulai melakukan operasi pengejaran. Komite Penyelidikan Rusia, menurut Reuters, Sabtu, 28 Februari 2015, memburu beberapa jalur dalam penyidikan pembunuhan Nemtsov. Termasuk kemungkinan bertujuan mengguncang situasi politik.



Kantor berita Interfax menyebutkan, komite yang bertanggungjawab kepada Presiden Putin, juga melihat serangan oleh kalangan radikal Islam sebagai salah satu kemungkinan dalam kasus itu dan diduga terkait dengan peristiwa konflik berdarah di Ukraina.



Nemtsov adalah salah satu petinggi kelompok oposisi liberal Partai Republik Rusia atau Partai Kebebasan Rakyat. Dia belakangan menjadi pengkritik keras penangangan Kremlin dalam krisis Ukraina.



Pemimpin oposisi Ilya Yashin, seperti dikutip CNN, menyatakan sahabatnya itu tengah bekerja menyelesaikan sebuah laporan tentang tentara Rusia dan keterlibatan mereka di Ukraina Timur.



Kematiannya dua hari sebelum sebuah pawai besar oposisi yang rencananya digelar di Moskow, Ahad, 1 Maret 2015. Beberapa jam sebelum ditembak, Nemtsov diwawancarai sebuah radio dan menyatakan mengajak banyak warga Rusia hadir dalam reli, besok.



Setelah kematiannya, kubu oposisi gencar membujuk warga menghadiri pawai tersebut. Tapi Wali Kota Moskow menyebutkan mustahil memberikan ijin untuk menggelar pawai di bawah UU Rusia. Karena aplikasi perijinan harus diajukan 15 hari sebelumnya.



Nemtsov tengah berjalan dengan seorang teman perempuannya pada Jumat menjelang tengah malam. Keduanya menyebrangi sebuah jembataan dekat Kremlin, di sekitar Lapangan Merah, ketika sebuah mobil mencegatnya dan seseorang menembakinya.



Empat tembakan menewaskan pemimpin oposisi kharismatik itu, sementara teman perempuannya terluka. Mobil itu langsung kabur.



CNN | OKZ | TEMPO

Selasa, 03 Maret 2015

Lobi Yahudi AIPAC Provokasi Amerika Serikat






Perdana Menteri Israel dan bos tim lobi Yahudi Benjamin Netanyahu berpidato di depan Kongres hari ini, namun para legislator AS diteriaki gerombolan pelobi pro-Israel yang memperingatkan Capitol Hill tentang ancaman tunggal: Iran.





Ribuang anggota AIPAC, Komite Hubungan Masyarakat Israel Amerika, memenuhi Kongres, sebagai langkah keras berikutnya setelah pidato provokatif Netanyahu yang menyebutkan dia terlalu ingin menekankan perlunya menghentikan program nuklir Iran.





Mereka akan mengerumuni para senator dan wakil rakyat baik dari kubu Demokrat yang skeptis maupun dari kubu Republik yang mendukung mereka, dengan mendesak legislator AS itu agar memperluas sanksi kepada Iran di tengah perundingan mengenai pembatasan kapasitas nuklir Iran.





"Iranlah yang menjadi satu-satunya fokus mereka," kata Cesar Degracia-Morales (27) dari Texas kepada AFP sehari sebelum dia menyambangi Capitol Hill.





"Saya berharap upaya lobi besok akan mencapai apa yang kita inginkan, yakni sanksi yang lebih luas kepada Iran, sehingga kami bisa menggunakannya sebagai deteren untuk menghentikan program nuklir mereka."





Tujuannya tetap sulit dipahami. Mengencangkan jerat ekonomi kepada Iran di tengah perundingan internasional untuk mengendalikan program nuklir Teheran ditentang sekali oleh Presiden Barack Obama yang menurut sang presiden malah akan memaksa Iran meninggalkan meja perundingan.





Dia ditekan untuk memveto legislasi semacam itu, termasuk sebuah RUU bipartisan yang disponsori oleh senator Mark Kirk dan Robert Menendez.





Para pendukung RUU ini mengaku akan tetap menunggu sampai setelah 24 Maret sebelum pemungutan suara. Kongres tengah masuk reses pada pekan terakhir Maret ini, dan negara-negara besar serta Iran diberi waktu sampai 31 Maret untuk menelurkan kerangka politik untuk sebuah kesepakatan nuklir.





Itu membuat AIPAC, yang menjadikan penghentian program nuklir Iran sebagai prioritas utama selama satu dekade, sebagai jendela yang penting.





Pada Minggu para pemimpin lobi Yahudi berkata kepada 16.000 orang yang hadir di sebuah pusat konvensi selapang stadion, menuntut Kongres diizinkan untuk mengkaji ulang segala kesepakatan final menyangkut Iran.





Iran secara ideologis didorong untuk menguasai senjata nuklir dan hanya tekanan dramatis yang bisa memaksa mereka untuk menyerah, kata Direktur Eksekutif AIPAC Howard Kohr.





Kalah telak





AIPAC menguasai hampir seluruh kebijakan AS menyangkut Timur Tengah. Namun dalam 18 bulan terakhir sayap lobi mereka mengalami dua kekalahan telak.





Pada September 2013 kelompok lobi Yahudi ini mendukung rencana Obama menyerang Suriah sebagai jawaban atas penggunaan senjata kimia oleh Presiden Bashar al-Assad, namun Kongres tidak sepakat. Kemudian bulan lalu, menghadapi penentangan dari Obama, sebuah RUU sanksi kepada Iran dukungan AIPAC ditangguhkan.





Langkah lobi tahunan AIPAC tetaplah merupakan salah satu dari lobi paling terorganisir dan efektif di AS, kata sejumlah wakil rakyat yang melibatkan para aktivis pada rekomendasi kebijakan dari kelompok Yahudi.





"AIPAC telah menjadi kekuatan pendorong yang paling agresif dalam mengedukasi anggota-anggota Kongres," kata anggota DPR dari Republik, Mario Diaz-Balart, kepada AFP.





"Lobi ini unik, dan berdampak," sambung anggota DPR dari Demokrat, Marc Veasey. "AIPAC menunaikan kerja yang fantastis dalam menginformasikan dan melibatkan."





Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Ed Royce berkata kepada AFP dia mempersenjatai para pelobi AIPAC dengan sebuah surat yang dia tulis kepada Obama yang menyebutkan bahwa dia dan anggota top komisi itu dari kubu Demokrat, Eliot Engel "dipersiapkan untuk mengevaluasi setiap kesepakatan" mengenai serangan AS kepada Iran dengan menjamin AIPAC akan "menutup setiap jalur menuju bom."





Selasa waktu setempat ini AIPAC akan sekali lagi mencoba, melalui jaringan pelobinya, untuk membawa aspirasi mereka kepada para wakil rakyat.





Penasehat Keamanan Nasional AS Susan Rice sempat memperingatkan AIPAC untuk mengambil pendekatan yang lembut dan memberi kesempatan negosiasi krusial bekerja efektif tanpa melibatkan Kongres.





Namun manakala dia sadar dihadapkan pada sebuah kumpulan besar (lobi Yahudi) Senin waktu AS dia pun berubah 180 derajat dengan berkata "kita memang semestinya menerapkan sanksi (kepada Iran) dan menyingkir". Setelah mengucapkan kata-kata ini Rice pun mendapat tepuk tangan.



ANTARA

Minggu, 01 Maret 2015

Tahukah Anda: Jihadi “Emwazi” John Ternyata Karyawan IT Terbaik





Mohammed Emwazi, 26, sosok yang diyakini sebagai algojo ISIS ternyata pernah tercatat sebagai karyawan terbaik di perusahaan IT di Kuwait. Dia jadi salesman top di perusahaan itu saat usianya 21 tahun.



”Ia karyawan terbaik yang pernah kita miliki,” ujar mantan bos Mohammed Emwazi, yang berbicara dalam kondisi anonim, kepada Guardian.



”Dia sangat baik dengan orang-orang. Tenang dan layak. Dia datang ke rumah kami dan memberi kami CV-nya.”



Menurut Mail Online, Senin (2/3/2015), di perusahaan itu, Emwazi digaji 300 dinar Kuwait atau sekitar Rp13 juta per bulan. Itu belum ditambah dengan komisi-komisi lain yang dia terima.



Selama bekerja di perusahaan di Kuwait, dia pernah meminta waktu cuti untuk melakukan perjalanan ke London pada dua kesempatan terpisah. Dia kemudian meninggalkan perusahaan itu untuk selamanya pada bulan April 2010.



Di London Intelijen Inggris MI5 menahannya dan mencegah Emwazi untuk kembali ke Kuwait.







Gara-gara perlakuan pejabat keamanan Inggris itulah, Emwazi kecewa. Selain diganggu untuk pulang ke Kuwait, Emwazi juga pernah dicoba direkrut jadi mata-mata Inggris untuk Kuwait.



MI5 meradikalisasi Emwazi, dengan mengawasinya terus-menerus selama enam tahun.



Kepada wartawan Mail on Sunday empat tahun lalu, Emwazi mengatakan dirinya terus dilecehkan MI5, yang membuat dirinya membenci aparat keamanan Inggris.



"Bagaimana mungkin seseorang yang tenang dan pendiam seperti dia menjadi orang yang kita lihat di berita? Hanya saja tidak logis bahwa ia bisa menjadi seperti ini," komentar mantan bosnya seperti dilansir The Guardian, Minggu (1/3/2015).

Sabtu, 14 Februari 2015

Valentine, Warisan Tradisi Sesat Kaum Penyembah Berhala

Hari Valentine versi Yahudi


Tradisi dan kebiasaan-kebiasaan berlaku saban perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine berasal dari dua festival berbau seks di zaman Romawi kuno, yakni Lupercalia dan Juno Februata.


Dirayakan tiap 15 Februari, Lupercalia (festival izin berhubungan seks) digelar orang-orang Romawi kuno buat menghormati Lupercus, dewa kesuburan dan pertanian. Lupercus juga dikenal sebagai dewa pelindung hewan ternak dan hasil panen, pemburu sangat hebat, terutama serigala. Orang-orang Romawi meyakini Lupercus bakal melindungi kerajaan mereka dari ancaman serigala.


Dibantu para perawan, Luperci (pendeta lelaki) memimpin upcara pemurnian dengan mengorbankan kambing-kambing dan seekor anjing dalam gua Lupercal di Bukit Palatine. Kemudian, mereka mengenakan cawat dari kulit kambing berlumuran darah. 


Lantas, Luperci mulai mencambuki para perawan itu dengan tali kulit kambing. Mereka percaya tindakan ini bisa membuat para perawan itu gampoang memiliki anak dan melahirkan.


Inilah alasan kenapa Lupercalia diselenggarakan pada Februari. Nama bulan itu berasal dari kata februa, berarti pemurnian, seperti dilansir situs rcg.org.


Orang-orang Romawi juga mengadakan perayaan Juno Februata, dewi cinta dan perkawinan. Pesta ini digelar saban 14 Februari. GTradisi berlaku adalah nama-nama gadis remaja ditulis di atas secarik kertas. Kemudian-gulungan-gulungan kertas itu dimasukkan ke dalam kotak. Lantas, remaja lelaki masing-masing mengambil secara acak gulungan kertas itu.


Mereka kemudian dipasangkan dan tampil dalam pelbagai permainan serotis sepanjang perayaan itu. Selepas festival Juno Februata, sejoli-sejoli dadakan ini tetap menjadi pasangan bercinta hingga akhir tahun. Tradisi syahwat sesat ini berlangsung berabad-abad di Kekaisaran Romawi.


Hingga kini, Hari Kasih Sayang terus dirayakan generasi muda, bahkan menjurus pada pesta berlumur dosa: seks bebas dan mabuk-mabukkan.


Dengan tradisi sesat ini, rasanya sungguh tidak pantas geenerasi muda muslim ikut merayakan Hari Valentine.






DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Rabu, 28 Januari 2015

Disebut Tak Resmi, Lalu Siapa yang Kelola Akun Twitter dan Facebook Jokowi?



Siapa yang mengelola akun Facebook resmi Joko Widodo? 


Pertanyaan ini mengemuka Rabu (28/01) di media sosial setelah sekretaris kabinet mengatakan bahwa presiden tak punya akun Facebook dan Twitter.



Aria Bima, politisi PDI Perjuangan, mengatakan saat ini pengelola laman Facebook resmi Joko Widodo adalah mantan tim kampanye Jokowi-JK yang belum bisa dihubungi oleh mereka.



Akun dengan nama Joko Widodo kini memiliki lebih dari 2.100.000 like dengan tanda cek biru yang berarti akun tersebut sudah diverifikasi.



"Facebook itu saya buat waktu saya wakil koordinator media center pemenangan Jokowi-JK, dan setelah selesai dibubarkannya media center, Facebook itu dikelola oleh orang namanya Barry," katanya kepada BBC Indonesia.



"Barry saat ini tidak bisa ditemui, tidak pernah berikan pengelolaan itu kepada kita, maka kita laporkan ke sekretariat negara, sekarang sedang berusaha mencari Barry."



Tak perhatikan orang di belakang nama



Aria mengatakan pengelola tidak melakukan komunikasi dengan sekretaris negara ketika dia memposting sesuatu dalam laman resmi itu.



"Setkab, setneg tidak ada koordinasi, bahkan staf yang menempel langsung Pak Jokowi juga tidak mengetahui tentang posting-posting itu atas mandat Jokowi. Kami ingin ini (akun Facebook) menjadi resmi jadi saluran komunikasi Jokowi, kalau begini kan seperti imajiner saja."



Namun pemerhati media sosial Wicaksono atau yang sering dikenal dengan nama Ndoro Kakung mengatakan orang-orang tidak akan memperhatikan siapa yang ada di belakang akun tersebut karena pengguna akan melihat nama Joko Widodonya saja.



"Orang tidak peduli siapa yang di belakang akunnya apakah memang yang bersangkutan, apakah tim, dan isinya apakah suara partai, atau bukan, semua jadi samar," katanya.



Sebelumnya Seskab Andi Widjajanto dalam pernyataannya kepada wartawan, Selasa (27/01) mengatakan bahwa presiden tidak memiliki atau memegang akun sosial media Twitter dan Facebook, padahal dua akun tersebut sudah memiliki tanda diverifikasi.



Akun Twitter @jokowi_do2 kini tidak terlalu aktif dan tweet terakhir tercatat 21 Agustus 2014 lalu. (*bbc)





DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Senin, 26 Januari 2015

BBC: “Jangan Sebut Penyerang Charlie Hebdo Teroris!”





Tarik Kafala, kepala BBC Arab, menolak menggunakan kata 'teroris' untuk menyebut penyerang ke kantor majalah satir Charlie Hebdo, Rabu (7/1).


"Kami mencoba menghindar dari upaya menggambarkan seseorang sebagai teroris, atau bertindak teroris," ujar Kafala kepada The Independent.


"Yang kami lakukan hanya menyebut dua orang menyerbut kantor Charlie Hebdo, dan menewaskan 12 orang. Itu saja sudah cukup," lanjut Kafala.


Terorisme, menurut Kafala, adalah kata yang dipaksakan. Selama satu dekade PBB berjuang mendefinisikan kata ini, dan gagal.


"Sulit mendefinisikan terorisne," ujar demikian Kafala. "Kita tahu apa itu kekerasan politik, kita tahu pemboman, pembunuhan, dan penembakan, dan kita tahu cara menggambarkan mereka."


Menurut Kafala, alangkah lebih baik menggambarkan tindakan pelaku pemboman, pembunuhan, penembakan, ketimbang menggunakan kata teroris yang sarat nilai.


BBC Arab, masih menurut Kafala, berusaha menghindari kata teroris untuk menyebut dua penyerang Charlie Hebdo. Namun, lanjutnya, tidak bisa menghindari penggunaan kata 'polisi anti-teroris saat harus menyiarkan berita itu.


Komentar Kafala mungkin mengejutkan sebagian orang. Padahal, apa yang dilakukan Kafala sesuai pedoman editorial BBC.


"Pedoman BBC tidak melarang penggunaan kata itu, tapi kami meminta pemikiran yang cermat. Bukankah ada cara lain menggambarkan berita penuh horor dan konsekuensi terhadap manusia, tanpa menggunakan kata teroris," demikian Kafala.


Pedoman BBC mengharuskan penggunaan kata-kata seperti pengebom, penyerang, dan pria bersenjata, penculik, dan militan, untuk melaporkan berita penyerangan.




DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 24 Januari 2015

KPK (sengaja) Dilumpuhkan, Satu per Satu Pimpinan KPK diperkarakan



Komisi Pemberantasan Korupsi goncang. Pucuk pimpinan lembaga antikorupsi itu satu demi satu dibidik dan diperkarakan.


Apa yang dialami Ketua KPK Abraham Samad, yakni diserang secara politik oleh Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, terbilang ringan dibanding dengan yang terjadi pada dua wakilnya, Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja.



Bambang dan Adnan sama-sama diperkarakan ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI –yang belum lama ini pemimpinnya, Komjen Suhardi Alius, dimutasi dan posisinya digantikan oleh Komjen Budi Waseso.



Selang empat hari setelah Kepala Bareskrim baru dilantik, Jumat (23/1), penyidik Bareskrim menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Bambang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemberian keterangan palsu di depan sidang sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, tahun 2010. Saat itu Bambang belum menjabat Wakil Ketua KPK. Ia menjadi pengacara salah satu pihak bersengketa.



Bambang yang sempat ditahan di gedung Bareskrim Mabes Polri akhirnya dibebaskan Sabtu dini hari (24/1), setelah Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja datang ke Bareskrim dan memberikan jaminan atas penangguhan penahanan koleganya itu.



Ironisnya, Sabtu siang, Adnan justru dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri dengan tuduhan tak main-main: perampokan saham. Adnan diduga mengambil paksa saham milik PT Desy Timber, perusahaan yang beroperasi di Berau, Kalimantan Timur.



Dengan dua pimpinan yang diperkarakan ke Bareskrim Polri, KPK bagai menghadapi kabut tebal di muka. Apalagi Bambang Widjojanto mengajukan pengunduran diri ke KPK terkait statusnya yang menjadi tersangka di Polri –meski hingga saat ini pengunduran diri tersebut tak diterima oleh Ketua KPK Abraham Samad.



Apabila Bambang jadi mundur, praktis KPK hanya akan dipimpin oleh tiga komisioner, yakni Abraham Samad, Zulkarnain, dan Adnan Pandu Praja. Total jumlah pimpinan KPK sesungguhnya lima, namun Busyro Muqoddas telah habis masa jabatannya dan DPR menyepakati untuk menunda pemilihan penggantinya supaya bisa berbarengan dengan pergantian pimpinan KPK yang lain.



Apabila Adnan nantinya sampai ditetapkan sebagai tersangka seperti Bambang –dan mundur dari KPK, bisa dibayangkan betapa suramnya KPK. Hanya tersisa dua pimpinan, dan itu pun bukan berarti mereka nantinya tak bakal diperkarakan.



Praktisi hukum Todung Mulya Lubis memperkirakan KPK akan kesulitan bekerja dengan tiga orang komisioner, apalagi jika kurang dari itu. “Kalau semua Komisioner KPK dilaporkan, KPK pasti akan lumpuh. Dengan tiga komisioner saja sudah agak lumpuh,” kata Todung di Gedung KPK, Jakarta.



Todung berharap Adnan tak mengalami nasib serupa dengan Bambang: menjadi tersangka. Namun demikian, ujar Todung, meski formasi pimpinan KPK tak lengkap, pimpinan yang tersisa masih dapat mengambil keputusan yang sah.



“Kalau pimpinan yang tersisa tak bisa mengambil keputusa, lembaga ini tidak ada artinya. Mereka tetap sah untuk mengambil keputusan apapun,” kata Todung.



Polri sebelumnya membantah penangkapan Bambang Widjojanto terkait dengan langkah KPK pekan sebelumnya yang menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus rekening gendut. Status tersangka itu membuat pelantikan Budi sebagai Kapolri ditunda oleh Presiden Joko Widodo –pihak yang mengajukan dia sebagai calon tunggal Kapolri meski sudah tahu Budi mendapat rapor merah dari KPK. (*cnn)





DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 18 Januari 2015

Konspirasi Busuk di Istana Negara yang Dibeber ke Media





Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri menuai kontroversi di masyarakat. Keberadaan jenderal bintang tiga tersebut diyakini tidak bersih.


Tak lama setelah diumumkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menetapkan Budi sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji pada saat menduduki jabatan sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri pada 2004-2006. Jabatan itu diemban Budi selepas menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri 2001-2004.


Tak pelak, pengumuman itu seakan memberikan bukti bahwa Budi tidak sesuai dengan janjinya dalam pemberantasan korupsi. Bahkan, sejumlah relawan pun berbalik menentangnya sembari meminta agar Budi tidak dilantik sebagai Kapolri.


Meski begitu, relawan tetap membela Jokowi. Ada yang menyebut penunjukan Jokowi adalah upaya pintar untuk menunjukkan Budi tidak sepenuhnya bersih, ada pula yang menyebut intrik di dalam Istana sebagai penyebab terjadinya gonjang ganjing di dalam Istana.





Berikut cara loyalis Jokowi beberkan kotor dan mengerikannya intrik di Istana yang dikutip merdeka.com, Sabtu (17/1):


Bandit Istana


Pengamat politik, Boni Hargens menilai ditetapkannya Budi sebagai tersangka adalah bukti adanya 'bandit' di sekeliling Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menuding Budi merupakan figur yang di usung oleh 'bandit' tersebut.


"Budi Gunawan adalah figur yang didorong oleh sejumlah bandit di sekitar Jokowi," kata Boni dalam siaran persnya, Jakarta, Selasa (13/1).


Selain itu, Boni menduga pencalonan Budi sebagai Kapolri adalah sebuah jebakan yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkan masa kepemimpinan Jokowi. Sehingga, menurutnya niat yang terselubung itu harus dihentikan.


"Penetapan Budi Gunawan jadi tersangka oleh KPK adalah blessing in disguise, berkah terselubung. Maka mereka harus segera disingkirkan," jelasnya.


Tak hanya memberikan kritikan terkait pencalonan Budi, Boni juga mengapresiasi terkait langkah KPK yang langsung menetapkan Budi sebagai tersangka. Baginya, KPK dan PPATK telah bekerja sesuai komitmen dengan tindakan nyata.


Lebih lanjut, dengan adanya peristiwa ini Jokowi diharapkan bisa bekerja sama dengan KPK. Pasalnya, hal itu dapat meminimalisir 'bandit' dalam ranah politik maupun hukum.


"Dua lembaga ini telah mewakili kehendak publik dalam menjamin pemerintahan bersih dan demokratis. Kita berharap ke depan Jokowi tetap bergandengan tangan dengan lembaga ini supaya bisa secara sama-sama memerangi segala bentuk banditisme dalam politik dan dalam sektor lain seperti ekonomi dan hukum," tutupnya.


Dikepung Kepentingan


Sejumlah relawan 'salam 2 jari' mendatangi Istana Kepresidenan. Mereka berniat ketemu dengan Presiden Joko Widodo, sosok yang pernah menjagokan di Pilpres 2014 lalu.


Tapi niatan bertemu batal. Padahal, mereka ingin menyampaikan penolakan terhadap pencalonan Kapolri Komjen Polisi Budi Gunawan yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.


"Jam 3 katanya ada pertemuan, enggak jadi juga," ujar salah satu relawan, Fadjroel Rachmad dengan wajah kecewa, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1).


Dalam kesempatan yang sama, dia sempat memberikan pandangannya terkait kisruh pemilihan Kapolri saat ini. Menurut Fadjroel, saat ini Presiden tengah dikepung sejumlah kepentingan terkait pencalonan Komjen Budi Gunawan.


"Saya melihat dia dikepung oleh sejumlah kepentingan, tugas dia sebagai pemimpin tentu mengelola tekanan-tekanan itu," ujarnya.


Namun, Fadjroel meyakini sikap Jokowi yang tidak segera menyabut pencalonan Budi bukan karena sifat keragu-raguan. Namun, ada kepentingan yang terus mendesak Presiden untuk tetap mencalonkan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.


"Saya tidak melihat keraguan dia," tegas Fadjroel.


Penjilat dan Mata-mata


Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu menyebut Istana sebagai lokasi yang mengerikan, di mana di dalamnya terdapat penjilat dan kaum munafik. Bagi Adian, mereka sangat berbahaya karena dapat memberikan citra buruk pemerintah di mata masyarakat.


"Politik di sekitar Istana memang mengerikan, ada penjilat, ada para munafik, ada pembisik informasi palsu, ada yang diam-diam tapi pengkhianat, ada yang manggut-manggut tapi menikam dari belakang, ada mata-mata, ada agen rahasia," ujar Adian dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (16/1).


"Ada yang mengancam dengan kata, ada yang dengan senjata, ada yang dengan guna-guna, si jahat bekerja di dunia nyata hingga maya. Di Istana ada ribuan kepentingan yang bekerja dengan jutaan cara," lanjutnya.


Adian meyakini, gerakan ini bisa menjadi musuh dalam selimut dan bisa menghancurkan pemerintahan Jokowi sebelum mengakhiri masa jabatannya.


Lebih Jahat dari NAZI, Lebih busuk dari Freemason


Masih komentar Adian Napitupulu, dia meyakini, Jokowi yang semula seorang pengusaha mebel sedang berhadapan dengan konspirasi yang tak kasat mata. Konpirasi ini dinilainya lebih berbahaya, bahkan lebih senyap dari freemanson atau lebih jahat dari Nazi.


"Konspirasi tanpa bentuk, tak beraroma, tak diakui tapi ada dan bekerja," tandasnya.


Tak hanya itu, Adian juga meyakini aktivis-aktivis, pengamat dan tokoh-tokoh lain seluruhnya menghakimi Jokowi seolah-olah mereka paling berani. Meski menghadapi banyak tantangan, dia meyakini Jokowi tetap berdiri tegak dan tetap berpegang pada pendiriannya.


"Dalam kegalauannya, Jokowi, si kurus itu mengutip Pramoedya dan menegaskan sikap serta pendiriannya bahwa sebagai presiden ia menghormati semua lembaga, setiap orang, tapi sebagai presiden dia tak bisa di intimidasi siapapun!"


"Si kurus tukang mebel itu seolah ingin berkata "silakan bicara, silakan berpendapat, silakan beri data dan masukan, silakan ancam, silakan teror, silakan marah tapi saya yang akan memutuskan. Karena saya adalah presiden!" tutupnya.


(*sumber:merdeka)


DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jokowi Pecat Sutarman karena Benci, Tak tuntaskan Kasus “Obor Rakyat”





Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menugaskan Wakapolri, Komjen Badrodin Haiti sebagai pelaksana tugas (Plt) Kapolri hingga Komjen Budi Gunawan dilantik.



Diangkatnya Komjen Badrodin sebagai Plt, telah menggusur posisi Jendral Sutarman sebagai Kapolri. Padahal masa jabatan Sutarman berakhir di bulan Oktober 2015.



Hal itu disampaikan Pakar Komunikasi Politik, Tjipta Lesmana mengingat masa jabatan Sutarman berakhir di bulan Oktober 2014.



Tjipta Lesmana mengatakan pencopotan Sutarman sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu karena Presiden Jokowi benci kepada Sutarman.



kebencian itu menurut Tjipta karena Sutarman dinilai tak becus menuntaskan kasus majalah Obor Rakyat yang menuding Presiden Jokowi sebagai 'Capres Boneka.



"Dosa Sutarman tidak bisa menuntaskan kasus obor rakyat. Jokowi benci sekali," kata Tjipta dalam diskusi bertajuk 'Jokowi, Kok Gitu', Jakarta, Sabtu (17/1).



Selain itu, Tjipta menilai kedekatan Sutarman dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah pemantik bergulirnya polemik di badan internal kepolisian.



"Kedekatannya dengan SBY," terangnya.



Setelah Jokowi jadi presiden, lanjut dia, ada isyarat yang memaksa Jokowi harus memberhentikan Sutarman dari tugasnya.



"Setelah jadi presiden copot Sutarman," terangnya.



Pengamat hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan, proses pemberhentian yang dilakukan Jokowi terhadap Sutarman bertentangan dengan undang-undang, sebab pemberhentiannya tidak melalui persetujuan DPR terlebih dahulu.



"Saya ingat betul perdebatan perumusan pasal ini DPR ketika saya mewakili Pemerintah membahas RUU Kepolisian. Mestinya Presiden dan DPR tahu bahwa pengangkatan dan pemberhentian Kapolri dilakukan satu paket bukan dipisah," tulis Yusril dalam akun @Yusrilihza_Mhd, Sabtu (17/1).



Pernyataan yang disampaikan Yusril ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian. Di mana dalam Pasal 11 ayat (2) tertulis, "Usul pengangkatan dan pemberhentian Kapolri diajukan oleh presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat disertai alasannya."



Berdasarkan alasan itu, maka Presiden Jokowi tidak bisa seenaknya memberhentikan Sutarman dari jabatannya. Pengajuan pemberhentian pun harus disertakan dalam pengajuan calon Kapolri baru yang ditujukan kepada DPR.



"Presiden tidak bisa berhentikan Kapolri tanpa meminta persetujuan DPR seperti sekarang dilakukan terhadap Sutarman. Kecuali karena alasan mendesak, presiden dapat berhentikan Kapolri tanpa minta persetujuan DPR," tegas dia.



Yusril menambahkan, dalam mengajukan pemberhentian harus memenuhi salah satu syarat sesuai yang tercantum dalam undang-undang, yakni melanggar sumpah jabatan atau dianggap membahayakan keamanan negara. Jika itu terpenuhi, maka Jokowi bisa memberhentikan Kapolri dan menunjuk Plt tanpa harus melalui persetujuan DPR.



"Apakah Sutarman melakukan pelanggaran sumpah jabatan atau melakukan makar sebelum diberhentikan presiden? Saya tidak tahu."



Obor Rakyat adalah tabloid yang diterbitkan untuk menjelek-jelekkan Jokowi dengan menebar isu agama dan kampanye hitam terhadap politikus PDIP tersebut. Tabloid ini terbit selama berlangsungnya kampanye oleh Setyardi dan seorang rekannya berinisial ZN. (*merdeka)





DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Rabu, 14 Januari 2015

Yahudi Merasa Tak punya Masa Depan lagi di Eropa



Seperempat warga Yahudi di Inggris Raya mempertimbangkan untuk meninggalkan negeri ini dalam dua tahun, sedangkan setengahnya merasa tidak memiliki masa depan di Eropa, demikian hasil sebuah survei yang dipublikasikan hari ini seperti dikutip Reuters.



Ini ditambah sentimen anti-Semit atau anti-Yahudi yang dibenarkan dirasakan oleh 45 persen warga Inggris dalam survei ini, begitu temuan lembaga poling YouGov yang menggelar jajak pendapat untuk Campaign Against Antisemitism (CAA).



Survei dilakukan hanya seminggu setelah empat warga Yahudi Prancis dibunuh dalam sebuah serangan ke supermarket Kosher di Paris yang membuat polisi memperketat keamanan sinagog-sinagog dan situs Yahudi lainnya di Inggris.



"Kendati anti-Semitisme di Inggris belum berada pada tingkat seperti telah berlaku di kebanyakan negara-negara Eropa, namun hasil survei itu seharusnya menjadi bahan peringatan," kata Gideon Falter, ketua CAA.



"Inggris adalah sebuah titik balik: kecuali anti-Semitisme sampai pada toleransi nol, maka itu akan terus tumbuh dan Yahudi Inggris semakin mempertanyakan kehadirannya di negeri mereka sendiri."



Juli lalu, Community Security Trust, yang memberikan nasehat untuk 260.000 Yahudi Inggris, mengatakan bahwa insiden-insiden anti-Yahudi di Inggris meningkat tajam ketika terjadi pertempuran antara pasukan Israel dan Palestina di Gaza.



Berdasarkan jajak pendapat CAA terhadap 2.230 Yahudi Inggris, 58 persen merasa mereka tidak memiliki masa depan di Eropa.



"45 persen merasa keluarga mereka terancam oleh ekstremisme muslim militan, dan lebih dari setengahnya merasa sentimen anti-Yahudi membesar dalam dua tahun terakhir dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya," tulis laporan itu.



Sementara itu jajak pendapat terhadap masyarakat Inggris lebih luas lagi menyebutkan seperempat warga Inggris yakin "orang Yahudi mengeruk uang lebih banyak dibandingkan orang Inggris lainnya", dan satu per enam orang percaya bahwa orang-orang Yahudi merasa diri lebih hebat dibandingkan warga lainnya dan menganggap orang Yahudi terlalu berkuasa di media massa.



Secara keseluruhan, 45 persen dari 3.411 responden percaya bahwa paling sedikit sebuah pernyataan anti Yahudi yang ditujukan kepada mereka adalah benar.



Prancis telah menggelarkan hampir 5.000 polisi tambahan untuk melindungi situs-situs Yahudi setelah terjadi rangkaian pembunuhan pekan lalu. Selasa kemarin Perdana Menteri Inggris David Cameron bertemu dengan para pemimpin Yahudi untuk memberi jaminan kepada mereka dan memastikan keselamatan mereka di Inggris.





DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Senin, 12 Januari 2015

Ini Bocoran email Redaksi Aljazeera yang Bocor ke Media soal Charlie Hebdo






Aksi penembakan terhadap kantor majalah satire di Paris, Prancis, Charlie Hebdo, pada Rabu, 7 Januari 2014, membuat jurnalis di seluruh dunia bereaksi, termasuk Al Jazeera.




Dilansir dari Nationalreview.com, 9 Januari 2015, Salah-Aldeen Khadr sebagai produser eksekutif Al Jazeera mengirim surat elektronik kepada semua stafnya. Surel ini bocor ke redaksi Nationalreview.com. Surel tersebut juga berisi "percakapan dapur" redaksi Al Jazeera.





Surel tertanggal Kamis, 8 Januari, ini diawali dengan kalimat "Terimalah surat ini dalam semangat yang diharapkan untuk membuat liputan kita menjadi yang terbaik. Kita adalah Al Jazeera."





Khadr menuliskan daftar saran bagaimana koresponden dan pembaca berita membungkus berita aksi penembakan di kantor majalah media satire, Charlie Hebdo.





Dalam e-mail, ia mendesak karyawannya untuk benar-benar mempertanyakan: "Apakah ini benar-benar serangan pada kebebasan bersuara atau tidak." 



Selain itu, ia berpendapat, slogan "Saya adalah Charlie" itu membingungkan.





Khadr mengungkapkan kartun yang diterbitkan oleh Charlie Hebdo sama sekali tidak bisa diterima oleh Al Jazeera.



"Membela kebebasan berekspresi yang menindas adalah suatu hal; berkeras membawa hak kebebasan untuk menyinggung satu pihak merupakan hal lain yang kekanak-kanakan," kata Khadr dalam surel itu.





Beberapa jam setelah itu, Tom Ackerman, salah satu koresponden di Amerika Serikat, mengirimkan surel yang dikutip dari sebuah blog yang ditulis oleh Ross Douthat, seorang blogger dan kolumnis New York Times, pada 7 Januari 2015.





Dalam blognya ia mengatakan, "Kartun yang diterbitkan oleh Charlie Hebdo, yang dapat membuat Islam radikal melakukan pembunuhan, harus diterbitkan karena pembunuh tidak diperbolehkan mempunyai waktu untuk berpikir satu detik pun bahwa strategi mereka akan sukses."





Hal tersebut kemudian membuat Mohamed Vall Salem, koresponden Al Jazeera lainnya, marah. Ia membalas surel tersebut:



"Menurut saya, dengan Anda menghina 1,5 miliar orang, satu atau dua orang di antara mereka akan membunuhmu. Bila Anda terus mendorong orang-orang menghina 1,5 miliar orang melalui tokoh suci mereka, Anda meminta untuk dibunuh. Seperti yang saya bilang, di antara 1,5 miliar tersebut, ada beberapa orang di antaranya yang tidak mengerti hukum dan kebebasan berbicara."





Dalam surel itu, Salem juga menuliskan bahwa dirinya mengutuk aksi penembakan tersebut, tetapi ia menegaskan: "SAYA BUKAN CHARLIE". Menurut dia, Charlie Hebdo telah menyalahgunakan apa yang disebut dengan kebebasan berbicara. "Coba lihat kartun itu kembali!" tulis Salem.





Hal tersebut membuat salah satu koresponden senior Al Jazeera di Paris mengirim peringatan yang sopan kepada koleganya yang berbunyi: "Kita adalah Al Jazeera, #jurnalismebukanlahkriminalitas."





Namun surat elektronik tersebut justru memicu reaksi dari koresponden Al Jazeera lainnya, Omar Al Saleh, reporter yang sedang bertugas di Yaman. "Pertama, saya mengutuk pembunuhan itu, tapi SAYA BUKAN CHARLIE," katanya.





Ia melanjutkan, Charlie Hebdo telah melakukan kejahatan. "Jurnalistik bukanlah kejahatan, dan penghinaan bukanlah jurnalistik, dan tidak melakukan jurnalistik dengan benar adalah kejahatan," kata Omar Al Saleh.





Dalam percakapan yang terjadi di dapur redaksi terlihat bagaimana perbedaan pendapat di dalam Al Jazeera.



NATIONALINTERVIEW.COM
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Babak “Belur” Campur Tangan AS di Timur Tengah






Tahun 2014, lahirnya Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menandai petaka politik di Timur Tengah. Memasuki 2015, bagaimana kemungkinannya?




Sekadar ingatan historis, Tahun 1944 dalam Perang Dunia II, ketika hendak menyerang Jepang, AS mengerahkan ribuan tentara untuk dididik dan dilatih bahasa dan budaya Jepang. Namun beberapa tahun silam, pada awal abda 21 ini, ketika hendak menyerang Irak dan Suriah, tidak banyak tentara AS dilatih bahasa dan budaya Arab.





AS mengandalkan militerisme untuk menghancurkan Irak-Suriah, sehingga peluang untuk winning the soul, winning the heart alias mampu membeli hati masyarakat Arab (Irak-Suriah) sangat muskil, sangat sulit. Apalagi Suriah didukung Rusia dan China. Di Timur Tengah, AS juga bersitegang dengan Iran, Hamas dan Hizbullah.





Di kawasan Timur Tengah itu, strategi AS dalam operasi yang sangat terselubung dalam nama "The Hornets Nest" atau strategi "Sarang Lebah Hornet" itu kian bau sangit di mata gerilyawan dan militan Islam Dunia Arab.





Strategi itu bertujuan untuk membawa semua ekstremis utama dunia untuk bergerak ke satu tempat atau tujuan (kawasan Irak-Suriah), dan sebagian besar untuk mengguncang stabilitas negara yang dianggap musuhnya, terutama negara-negara Arab. Harapan AS/Barat, suatu waktu sel-sel itu bagai singa yang hanya ditarik ekornya saja, yang tadinya tertidur pun, dapat segera mengaum dan bergerak beringas.





Dan fakta telah membuktikan, jika ditarik sejarahnya, kelompok Mujahiddin, Taliban, Al-Qaeda -awalnya- dibentuk, direstui, dibesarkan dan dibiayai oleh CIA, Mossad beserta intelijen Barat lainnya, untuk mengobrak-abrik Timur Tengah atau Dunia Islam, kini menyerang balik 'tuan-nya'.





Peringatan Snowden, intel AS yang membelot ke Rusia, menyebutkan bahwa teori Sarang Lebah di dekat perbatasan Israel itu justru akan menciptakan eskalasi konflik yang akan menjadi bola liar.



Hal ini pernah dialami oleh Amerika di Afghanistan, dan Somalia dimana pemberontak justru berbalik menyerang pasukan AS. Justru pola sarang lebah yang selama ini dijalankan adalah jauh dari entitas Israel yang tentu akan membahayakan mereka.





Kawasan penyangga Israel (negara berbatasan dengan Israel) dilakukan operasi militer yang masif untuk mencegah hal tersebut terjadi. Namun bisa kita lihat, ketika Presiden Muhammad Mursi berkuasa di Mesir, ia membuka pintu Sinai bagi pejuang Afrika yang hendak berjihad ke Suriah sebulan sebelum ia dikudeta! Sehingga kompleksitas masalah di Timur Tengah itu makin parah.





Yang ironis dan paradoks, mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Agustus lalu (12/8/14) justru menyalahkan Presiden Barack Obama yang telah gagal mengambil kebijakan luar negeri bagi kebangkitan militan Islam di Suriah dan Irak. Padahal Hillary-lah yang membentuk embrio ISIS tersebut: seakan senjata makan tuan.





Hillary Clinton menggunakan kata-kata kasar untuk menggambarkan kegagalan yang dihasilkan dari keputusan oposisi Obama selama fase pertama dari konflik Suriah yang telah berusaha untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.





Memasuki 2015 ini, Amerika Serikat dan sekutunya terus menyerang ISIS dan yakin akan menang. Sementara Irak pasca Saddam Hussein masih tak menentu.





Mayoritas bangsa Irak dengan sekitar 28 juta jiwa adalah orang Arab Muslim Syi'ah (sekitar 60%), dan Sunni yang mewakili sekitar 40% dari seluruh populasi yang terdiri dari suku Arab, Kurdi dan Turkmen. 75-80% penduduk Irak adalah bangsa Arab, kelompok etnis utama lainnya adalah Kurdi (15-20%), Assyria atau lainnya 5%.. Penganut Agama Islam, 97%; Kristen atau lainnya, 3%.




Akhir-akhir ini, intervensi militer AS di Irak-Suriah itu malah mengobarkan perlawanan militant Islam.





Pasukan AS terus meluncurkan serangan udara terhadap sasaran-sasaran dari Negara Islam Irak dan Suriah di Irak utara sejak Obama resmi menyatakan Amerika tengah melakukan misi kemanusiaan.





Akan tetapi, mengulangi kritik politisi Partai Republik, Hillary Clinton menyatakan Obama tidak memiliki strategi untuk menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh militan Islam. AS sendiri makin kesal, banal dan geram terhadap ISIS yang dilaporkan "berwajah bengis itu". Namun tanpa strategi yang tepat, AS bisa kena tipu muslihat. Dampaknya, kegagalan Obama sudah membayang di hadapan sana.





Nampaknya, memasuki 2015 ini, tidaklah mudah bagi AS/Barat untuk mengganyang dan melumpuhkan ISIS. Campur tangan AS dan sekutunya di kawasan Irak-Suriah itu belum pasti menang, meski dengan biaya besar dan perlengkapan militer mutakhir. Bahkan jika melihat serunya dan gigihnya perlawanan ISIS, bisa jadi pihak AS/Barat menemumui pemeo, kalah jadi abu, kalaupun menang jadi arang.





Sejauh ini sudah banyak pangkalan militer AS di kawasan Arab, antara lain di tanah Saudi. Dammam, Jeddah, Lembah Eskan, King Khalid Military City, Dahran, Riyadh, Tabuk, Thaif, dan Jubail. 6.500 pasukan AS bermarkas di tempat ini. Sebanyak 150 pesawat American Fighter diparkir di sini dan jet tempur Inggris juga berada di sini dengan 300 pasukan mereka. Peralatan tempur pun bukan main-main yang telah disiapkan di daerah ini. Mulai dari tim suplai peralatan dan amunisi, sampai pesawat penjelajahan dengan kekuatan penghancur tinggi seperti Air Expeditionary wing.





Di Jordania. AS juga telah menyerahkan sedikitnya enam lokasi untuk dijadikan pangkalan militer Amerika. Diantaranya Shaheed Muwaffaq Airport, Pangkalan udara Rasyid, Pangkalan udara Wadi, Murbah danAzzaraq. 4.500 pasukan Amerika disiagakan di negara ini. Jumlah pasukan di atas terbagi dari pasukan brigade bersenjata, infantri, dan pasukan terjun. 





Di Turki AS melakukan penempatan 62.000 tentara Amerika di wilayahnya. Tak hanya itu, Diyarbakir Airport dan Erchac dijadikan pula pangkalan udara. Pasukan tempur telah siaga di daerah ini. 150 jet tempur terdiri dari F-15, F-16 dan pesawat pembom Prowler. Termasuk divisi khusus 39 Air Expeditionary.





Di Kuwait, Ahmed al-Jabar, Ali al-Saleem, Kuwait Internasional Airport adalah tiga tempat yang dijadikan pangkalan udara oleh Amerika dan 20.000 pasukan tempur Amerika disiapkan di sini. 80 jet tempur termasuk F-15 dan F-16. Tank Abrams, 176 kendaraan tempur jenis Bradley, 75 helikopter dan masih banyak lagi.





Namun demikian, kehadiran ribuan tentara AS di Timur Tengah itu tidak menjamin kemenangan dan kemapanan, malah jadi tantangan bagi militan Muslim untuk melawan AS. Siapa bermain api, niscaya akan terbakar, itulah yang bakal dialami Amerika.



Dan kubu konservatif atau Neocon di Gedung Putih dengan kompleks industri militernya, sudah tentu siap menghadapinya, meski bisa jadi mengalami babak belur seperti di Vietnam dan Afghanistan. [Ahluwalia]














DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Jumat, 09 Januari 2015

Pengacara: Charlie Hebdo sudah Tahu Akibat tindakan Kartunis






Charlie Hebdo, majalah mingguan terbitan Paris, pasti telah memperkirakan akan mendapat serangan mematikan dari Muslim 'garis keras'. Yang mereka tidak tahu adalah kapan dan bagaimana serangan itu akan terjadi.




Rabu (7/1) serangan itu terjadi. Tiga orang bertopeng, berpakaian hitam, dan menenteng Kalashnikov menyerbu ke dalam gedung dan melepas tembakan. Sebanyak 12 orang, termasuk dua polisi, tewas. Lainnya berlarian ke atap gedung untuk berlindung.





Kantor berita AFP menulis itulah hasil konfrontrasi antara publikasi satir yang dilakukan Charlie Hebdo dengan Muslim yang marah. Konfrontasi yang berlangsung bertahun-tahun.





Charlie Hebdo seolah diuntungkan oleh konfrontasi itu, karena kerap mengulanginya. Di sisi lain, Muslim di Prancis -- garis keras atau bukan -- memendam sakit hati tak berkesudahan atas serangan terhadap Islam yang dilakukan majalah itu.





Serangan ini bukan yang pertama. November 2011, sebuah bom api dilempar seseorang ke gedung Charlie Hebdo. Tidak ada korban jiwa dalam serangan itu.





Khusus serangan terbaru diduga berkaitan dengan edisi mingguan itu yang menyoroti polemik tentang Islam, dengan fokus pada penulis kontroversial Prancis Michel Houellebecq dan buku terbarunya; Submission. Dalam buku itu, Houellebecq membayangkan Prancis tahun 2022 di bawah kekuasaan Islam.





Sejak serangan November 2011, kantor Charlie Hebdo sebenarnya dalam perlindungan polisi. Kepolisian Prancis menempatkan dua personelnya di kantor itu, dan keduanya tewas dalam serangan Rabu (7/1).





Sejenak melihat ke belakang. Charlie Hebdo kali pertama terbit tahun 1970. Nama majalah ini diambil dari Charlie Brown, salah satu karakter dalam komik AS, yang mengejek selebriti, pemimpin politik, dan tokoh agama.





Charlie Hebdo tampil dengan kartun-kartun dan artikel satire, dan tidak pernah berubah, kendati sedara konstan mendapat ancaman dari banyak pihak.





Tahun 2006, Charlie Hebdo menyerang Islam dengan mempublikasikan kembali kartun satire Jyllands-Posten, sebuah koran Denmark, tentang Nabi Muhammad. Salah satu kartun, yang memicu protes seluruh umat Islam di dunia, memperlihatkan Nabi Muhammad dengan sorban dan bom di atasnya.





"Ada ancaman konstan sejak pemuatan karikatur Nabi Muhammad diterbitkan," ujar Richard Malka, pengacara Charlie Hebdo, kepada RTL.



"Kami hidup di bawah ancaman selama delapan tahun. Ada perlindungan, tapi tidak ada yang bisa dilakukan ketika orang-orang dengan Kalashnikov datang dan menembak."





Malka terguncang, tapi tidak mengatakan; "Charlie Hebdo hanya membela kebebasan berekspresi. Cukup sederhana. Para wartawan dan kartunis harus membayar mahal untuk sesuatu yang sederhana."





Tahun 2008, Pengadilan Prancis membebaskan Charlie Hebdo dari semua tuduhan menghina umat Islam lewat kartun Nabi Muhammad. Pengadilan beralasan, karikatur yang diterbitkan Charlie Hebdo bertujuan mengkritik ekstremis Islam, bukan seluruh komunitas Muslim di dunia.





Tahun 2011, Charlie Hebdo mengubah masthead untuk 'Syariah Hebdo, dan menampilkan gambar Nabi Muhammad tertawa. Akibatnya, kantor majalah berusaha dibakar, dan pemerintah mengklaim tindakan itu dilakukan Muslim fundamentalis.





Stephane "Charb" Charbonnier, pemimpin redaksi Charlie Hebdo, adalah satu satu korban serangan brutal itu. Ia juga kartunis. Bersamanya, tiga kartunis lain menemui ajalnya dalam penembakan itu.





Selama tiga tahun terakhir, Charbonnier meminta pengawalnya mendapat pengawalan. Ia seolah tahu serangan bersenjata akan terjadi kapan saja.





Situs Charlie Hebdo juga di-hack pada tahun 2011. Tampilan depannya diganti dengan foto Mekkah dan tulisan Tiada Tuhan selain Allah.





Tahun 2012, kartikatur Charlie Hebdo memicu kritik keras banyak negara Muslim, dan memaksa pemerintah Prancis bereaksi. Pemerintah Prancis saat itu sempat meminta agar redaksi tidak meneruskan publikasi tersebut. 





Tapi permintaan itu ditolak, dan Prancis terpaksa menutup kantor kedutaan serta sekolah-sekolah di 20 negara akibat khawatir dengan keselamatan warganya di luar negeri.





Yang menjadi pertanyaan apakah dengan cara itu Charlie Hebdo hidup?





Tiras Charlie Hebdo kini tinggal 30 ribu per pekan, dan baru-baru ini manajemen majalah meminta sumbangan kepada para pembaca setianya agar bisa hidup lebih lama.
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Selasa, 06 Januari 2015

Islamofobia di Eropa Karena Ulah Penulis Berita



Mengapa Islamofobia Sangat Berbahaya?



Imran Awan adalah Dosen Senior Fakultas Kriminologi dan Wakil Direktur Pusat Kriminologi Terapan di Birmingham City University.



Apakah itu Muhammad menjadi nama bayi paling populer di Inggris atau satu dari 10 bayi di Inggris adalah Muslim atau fakta bahwa daging halal disajikan di Pizza Hut, kisah Muslim cenderung lebih banyak menimbulkan perasaan gerah ketimbang pencerahan.


Yang jelas, Islamofobia kerap diwarnai oleh ketakutan dan anggapan bahwa Muslim akan mengambil alih pekerjaan, rumah dan kehidupan kita, yang pada akhirnya akan menciptakan masyarakat yang terpolarisasi dan menyebabkan benturan peradaban.


Dan kita sudah biasa melihat isu seperti nama Muhammad untuk bayi dijadikan alat kebencian oleh kelompok sayap kanan untuk melawan Muslim.


Ambil contoh berita utama Daily Mail pada Januari 2014: "Satu dari 10 bayi di Inggris adalah Muslim: Mereka yang beragama itu akan mengalahkan jumlah warga Kristen yang taat.'"


Artikel itu, yang dihiasi dengan gambar dua wanita Muslim mengenakan cadar, menunjukkan kebencian anti-Muslim di internet yang memicu komentar seperti: "Kejutan, kejutan, larang cadar sekarang sebelum terlambat !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" dan "Ini harus dihentikan, ini adalah negara Kristen yang berikutnya akan menganut hukum syariah."


Meningkatkan praktik dan tanggung jawab media dalam memotret dan melaporkan dengan adil soal Islam dan Muslim Inggris, tanpa bias atau diskriminasi atau berniat memicu sikap anti-Islam, sangat penting. Media harus menampilkan cara yang bertanggung jawab, objektif dan berimbang dalam melaporkan berita seperti itu.


Sayangnya, kisah di atas bukan satu-satunya.


Tahun lalu harian The Sun menerbitkan artikel berjudul "Ramadan a ding-dong" yang juga menampilkan sudut pandang yang bias serta sensasional, bertujuan merendahkan semua Muslim dan memotret Islam secara negatif. Hasilnya, kita melihat Muslim di Inggris menderita akibat jurnalisme buruk yang jadi bahan bakar ekstremis dan kelompok sayap-kanan seperti Anjem Choudary dan Muslims for Crusades.


Menyedihkannya, cerita-cerita seperti ini membantu menciptakan atmosfer yang mencitrakan Muslim sebagai orang jahat dan sekaligus memicu narasi anti-Muslim.


Reportase dan penggambaran Muslim Inggris seperti itu juga membantu menciptakan kerangka bagi komunitas lain dan secara khusus mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap Muslim, terutama jika dikombinasikan dengan jurnalisme pemalas yang gagal menggambarkan fakta sesungguhnya dalam cerita-cerita itu.


Contoh lainnya yang tidak bisa kita lupakan adalah cerita pada 2010, saat jendela pusat rekreasi di Inggris ditutupi. Daily Mail menulis tajuk utama dengan judul: "Perenang berenang dalam gelap setelah dewan menutupi jendela kolam renang demi melindungi aurat wanita Muslim". Namun belakangan dewan mengatakan, permintaan untuk menutupi jendela tidak hanya datang dari komunitas Muslim.


Dan kita juga melihat dari penelitian sebelumnya soal liputan media tentang Muslim, terutama setelah 9/11, bahwa titik berat berita—bahkan jika berita itu secara fakta akurat—seringkali menyamaratakan Muslim dalam bentuk yang negatif.


Contohnya, sebuah studi oleh para akademisi di Cardiff University menemukan bahwa mayoritas tentang Muslim berita setelah 9/11 bernada negatif. Riset media terhadap Muslim Inggris menemukan bahwa setidaknya dua per tiga artikel koran saat itu berfokus seputar terorisme.




Cerita-cerita ini kerap menggunakan kata-kata seperti "militansi" dan "radikalisme" untuk menggambarkan Muslim dengan cara yang negatif dan merupakan produk prasangka anti-Muslim yang lebih luas di seluruh koran Inggris.


Yang menarik, para peneliti juga menemukan kata sifat yang sama yang digunakan untuk menggambarkan Muslim, seperti kata "radikal", "fanatik" dan "fundamentalis".


Jadi apakah cerita itu secara fakta tidak benar atau menggambarkan Muslim sebagai ancaman keamanan, jelas ada upaya pembusukan terhadap Muslim baik di online maupun offline dengan komentar-komentar ancaman yang sangat provokatif dan memicu Islamofobia.


Sikap negatif ini dibingkai dengan kerangka bahwa Muslim adalah orang-orang yang berbahaya dan menciptakan mentalitas "mereka vs kita" yang bisa sangat merusak bagi hubungan antar komunitas.


Sekarang adalah waktunya untuk mengubah tren ini dan seperti yang dikatakan oleh Mehdi Hasan (Jurnalis Muslim), "sanksi bagi penulisan berita yang tidak benar dan menyudutkan Muslim" adalah salah satu cara kita untuk melihat peliputan berimbang yang tidak menjelekkan atau menciptakan stereotip bagi Muslim.


sumber: CNN internasional




DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.