Minggu, 01 Maret 2015

Intelijen MI5 Mengubah Jihadi “Emwazi” John jadi Radikal





Identitas dari algojo paling terkenal ISIS, "Jihadi John" akhirnya terkuak.



Sang Algojo diketahui bernama Mohammed Emwazi ternyata tidak asing bagi kalangan intelijen Inggris, Emwazi sebelum gabung ISIS pernah dicoba direkrut jadi agen mata-mata Inggris.



Cage, sebuah kelompok hak-hak sipil Inggris, mengatakan MI5 -- Badan intelejen Inggris -- bertanggung jawab menjadikan Mohammed Emwazi menjadi begitu radikal.



Dalam pertemuan dengan wartawan di London, Asim Qureshi, direktur riset dari Cage, menggambarkan Emzawi sebagai pemuda yang menghadapi pelecehan dari MI5.



MI5 -lah yang meradikalisasi Emwazi, dengan mengawasinya terus-menerus selama enam tahun. Ini terlihat dalam serangkaian email Jihadi John tahun 2010.



Mohammed Emwazi, warga negara Inggris kelahiran Kuwait asal London Barat, mengklaim telah melakukan kontak email dengan wartawan Surat kabar Mail on Sunday pada 2010 lalu, demikian laporan media.



Menurut surat kabar Mail on Sunday, Emwazi melakukan kontak email dengan editor keamanan Robert Verkaik pada 2010 dan 2011.



Dalam emailnya di bulan Desember 2010, Emwazi mengkalim bahwa dia bertemu seorang agen dinas rahasia Inggris yang menyamar sebagai calon pembeli laptop.



Emwazi mengaku ketakutan setelah calon pembeli itu menyalaminya dan memanggil nama depannya, padahal dia tidak pernah mengungkap nama depannya kepada siapa pun.



Dia menulis, "Saya merasa sangat terkejut dan masih terkejut hingga sekian detik setelah dia pergi ... saya tahu siapa mereka!"



Kepada wartawan Mail on Sunday empat tahun lalu, Emwazi juga mengatakan dirinya terus dilecehkan MI5, yang membuat dirinya membenci aparat keamanan Inggris.



Dalam salah satu email, Jihadi John menulis; "Saya seperti mayat hidup."



"Mereka mungkin suatu saat akan membunuh saya," ujar Emwazi.



Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dia tidak takut dibunuh oleh MI5, tetapi dia ingin melanjutkan hidupnya.



"Aku tidak takut. Yang aku takutkan adalah satu hari aku mengambil banyak pil dan tidur selamanya."



Emwazi melanjutkan, "Saya hanya ingin menjauh dari orang-orang itu!"



PM David Cameron menolak laporan itu. Walikota London Boris Johnson justru menuduh Cage membenarkan tindakan teror Jihadi John.



Surat kabar The Washington Post menyatakan Emwazi merupakan lulusan dari Universitas Westminster di London dengan gelar di bidang pemrograman komputer, menguatkan dugaan dia direkrut ISIS untuk memperkuat sistem jaringan komputer dan peretasan kelompok tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar