Tampilkan postingan dengan label FOTO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FOTO. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2015

Lucunya Hewan Albino [20 FOTO]






Mengingat jutaan nuansa warna yang kita lihat di alam tidaklah mengherankan, sebab alam tak pernah kehabisan warna.



Mungkin ini sebabnya hewan murni putih atau albino selalu meninggalkan kesan yang kuat pada kita. Beberapa dari mereka terlihat seperti roh hantu. Lainnya, seperti paus albino atau rusa, kesepian satu dari sejuta albino tampil mencolok, dengan penampilan tak pernah terduga.



Albinisme (dengan akarnya dalam bahasa Latin albus, atau putih) adalah bentuk kelainan bawaan hypopigmentary, ditandai oleh kurangnya sebagian atau total tidak adanya pigmen melanin di mata, kulit dan rambut, atau lebih jarang di mata saja. Karena ini, hewan (dan manusia juga) dengan albinisme yang biasa pucat.



Mata binatang dengan albinisme kadang-kadang tampak merah karena pembuluh darah retina yang mendasari menunjukkan melalui mana tidak ada pigmen cukup untuk menutupi mereka.



Beberapa hewan di daftar ini adalah albino, sementara yang lain hanya anggota spesies putih yang langka. Apapun masalahnya, manusia telah terpesona dengan hewan seperti ini. Beberapa menganggap mereka untuk menjadi suci, dan selebihnya - jin bahkan setan.



Apakah Anda pernah menemukan hewan aneh, indah ini? Kami berharap Anda menikmati koleksi binatang albino di bawah ini.



1. Landak Albino





Image credits: ~bex~



2. Zebra Albino





Image credits: wikimedia.org



3. Gagak Albino





kredit: aberlin2009



4. Tupai Albino 





kredit: Badger Steve



5. Kangguru Albino





credits: spen1972



6. Bayi Gorilla Albino





kredit: Nature



7. Paus Albino





credits: imgur.com



8. Buaya Albino





credits: Travis S.



9. Rusa Albino 





credits: jeanniepaul



10. Penyu Albino





credits: Steel Wool



11. Ekidna Albino





credits: ACT Parks & Conservation Service



12. Magpie Albino (Burung Murai)





credits: brianhopper



13. Kiwi Albino





credits: scoop.co.nz



14. Sigung Albino





credits: zoochat.com



15. Katak Albino





credits: John A. Painter



16. Ular Albino





credits: mandapandapics



17. Merak Albino





credits: Stefan Willoughby



18. Harimau Albino





credits: curiodities



19. Singa Albino 





credits: Chad Cocking



20. Gorila Albino





credits: Yahoo IMG
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.












Selasa, 03 Maret 2015

[FOTO] Ribuan Ekor Kucing Huni Pulau Ini





Di salah satu pulau di selatan Jepang, Aoshima, gerombolan kucing memegang kuasa. Di desa nelayan tersebut, kucing dengan bebas keluar masuk rumah penduduk dan mengibaskan ekor di sepanjang jalan.



Awalnya, leluhur kucing ini dipakai oleh para nelayan untuk mengusir tikus yang menggerogoti kapal nelayan. Seiring berjalannya waktu, kucing tersebut berkembang biak hingga jumlahnya enam berbanding satu dengan manusia.



Seperti dilansir Reuters pada Selasa (3/3), lebih dari 120 kucing membanjiri pulau dengan populasi manusia hanya 20 jiwa tersebut. Penduduk Pulau Aoshima mayoritas adalah pensiunan perang yang hijrah bersama gelombang migran pencari kerja setelah Perang Dunia Kedua.



Pada 1945, Aoshima merupakan rumah bagi 900 warga. Kini, tanda-tanda kehidupan manusia hanya terlihat dari kedatangan pelancong harian dari pulau sekitar ke tempat yang dikenal dengan sebutan Pulau Kucing itu.



Tanpa restoran, mobil, toko, atau kios penjaja kudapan, Aoshima bukan surga bagi turis. Namun, para pecinta kucing tidak akan protes.



"Ada banyak kucing di sini, dan ada semacam penyihir kucing yang datang untuk memberi makan kucing-kucing, sangat menyenangkan. Jadi, saya mau datang lagi," ujar seorang turis bernama Makiko Yamasaki.



Membludaknya populasi kucing di negara pencipta Hello Kitty ini memang tidak mengejutkan. Kafe-kafe bertema kucing juga bertebaran di seantero Tokyo, di mana banyak warga dilarang memelihara hewan tersebut di apartemen mereka.



Namun, kucing di Aoshima dianggap berbeda. Mereka tidak terlalu pemilih. Mereka dapat bertahan hanya dengan butir nasi, makanan berenergi, atau kentang yang diberikan turis. Dengan absennya predator, mereka berkeliaran tanpa rasa takut.



Di antara para turis yang memanjakan kucing, satu perempuan lanjut usia justru mengusir binatang tersebut dengan tongkat ketika mencoba masuk ke halaman belakangnya.



Memang tak semua warga Aoshima menyukai kucing. Penduduk mengatur populasi kucing agar tidak terlalu membeludak. Setidaknya 10 kucing sudah dikebiri untuk mencegah lonjakan populasi.



Warga lokal juga kurang menyambut dengan baik kedatangan turis.



"Jika orang datang ke pulau untuk menemukan kenyamanan bersama kucing, saya rasa itu bagus. Saya hanya berharap itu dilakukan dengan cara yang tidak merugikan orang yang tinggal di sini," ucap seorang nelayan bernama Hidenori Kamimoto.













Bocah 2 tahun Kutip Botol Bekas demi Biaya Operasi Jantungnya





Xiaoxiao (2), memang masih sangat kecil, namun semangatnya untuk bisa sembuh sangat tinggi. Bocah perempuan ini mengumpulkan botol plastik bekas setiap hari untuk membantu mengumpulkan dana 100.000 yuan atau sektiar Rp 197 juta, yang akan digunakan untuk operasi jantungnya sendiri.



Dilansir Asia One, (12/12/13), Xiaoxiao selalu terlihat berkeliling mengumpulkan botol plastik dan tampak gembira. Ia melakukan kebiasaan ini setelah melihat sang kakek melakukan hal yang sama. Dalam tiga bulan terakhir, dari aktivitas mencari dan menjual botol plastik keliling Xiaoxiao telah berhasil mengumpulkan 50 yuan atau sekitar Rp 98 ribu.



Bocah periang ini diketahui didiagnosis dengan penyakit jantung bawaan ketika berumur 4 bulan. Menurut laporan, dokter memberitahu keluarganya bahwa Xiaoxiao memiliki kesempatan terbaik untuk pulih secara total jika melakukan operasi sebelum usianya mencapai 3 tahun.



Namun orang tuanya yang hanya memiliki toko bordir kecil, merasa sangat kesulitan mengumpulkan dana untuk operasinya. Orang tua Xiaoxiao juga mengaku telah terlilit utang yang digunakan untuk kebutuhan pengobatan anak mereka selama ini. Kini orang tua Xiaoxiao telah meninggalkan rumah untuk sementara, guna mencari uang lebih banyak untuk Xiaoxiao.



Ayah Xiaoxiao diketahui memiliki pekerjaan tambahan dengan memperbaiki lampu jalan di siang hari, sementara sang ibu bekerja di sebuah toko peralatan kamar mandi. Mereka kemudian menitipkan Xiaoxiao dan toko bordir tersebut dalam perawatan kakek dan neneknya. Xiaoxiao dilaporkan sangat merindukan orang tuanya dan sering memanggil sang ibu dalam mimpi-mimpinya.



Usia Xiaoxiao yang telah mencapai 2 tahun saat ini membuat orang tuanya menjadi semakin cemas. Namun beruntungnya setelah kisah keluarga kecil ini ramai dibicarakan di berbagai media di China, banyak orang yang bersedia membantu mengumpulkan dana untuk menyelamatkan nyawa gadis kecil itu.



Dalam waktu tiga hari, lebih dari 70.000 yuan atau sekitar Rp 138 juta terkumpul. Ayah Xiaoxiao mengatakan bahwa ia dan keluarga sepakat tidak menerima sumbangan lebih lanjut dan dana yang telah terkumpul akan digunakan hanya untuk perawatan medis Xiaoxiao. Jika memang ada dana lain yang tersisa, maka akan digunakan untuk membantu orang lain yang juga membutuhkan.



Menurut laporan terbaru dari China News, Xiaoxiao kini berada di Fujian Medical University Union Hospital dan telah melakukan operasi.









Jumat, 27 Februari 2015

Fenomena Menakjubkan “Lubang Langit” yang Memukau Mata



Fenomena Fallstreak atau lubang gumpalan yang terjadi akibat pergerakan atmosfer yang terbilang langka di Surrey, British Columbia, Kanada, 22 Februari 2015. Dalam sebulan terakhir, wilayah British Columbia, Kanada, dan Washington, Amerika, telah terjadi fenomena awan berlubang sebanyak empat kali. (dailymail)





Pemandangan fenomena awan berlubang atau fallstreak di Spokane, Washington, 18 Februari 2015. Para ahli mengatakan awan yang menakjubkan yang terlihat seperti gelombang yang dikenal sebagai awan hole-punchs atau lubang fallstreak. (dailymail)



Unusual: The rare cloud formations have been appearing more frequently above Washington and British Columbia this past month. The above picture and following three images were taken by Zora Fernandez, from the Sheraton Guilford Hotel in Surrey, BC around 6:30am on February 22

Fenomena lubang awan Fallstreak yang mulai memudar di Surrey, British Columbia, Kanada, 22 Februari 2015. (dailymail)



Phenomenon: The formations occur when ice particles are rapidly introduced into a cloud and water droplets start to fall suddenly, causing a hole in the cloud, and a few wisps where the condensation is happening. Another picture taken by Zora Fernandez in Surrey, BC Sunday morning

Fenomena lubang awan Fallstreak di Surrey, British Columbia, Kanada, 22 Februari 2015. Meski seperti lubang namun sebenarnya awan tersebut tidak berlubang, melainkan karena awan yang terbentuk ketika suhu di bawah titik beku, lalu jatuh ke bumi karena massanya yang bertambah sehingga meninggalkan rongga yang terlihat seperti lubang. (dailymail)



Beautiful colors: Rainbows are sometimes seen with fallstreak clouds, thanks to light refracting off the water droplets. Another picture taken by Zora Fernandez in Surrey, BC Sunday morning 

Fenomena langka lubang awan Fallstreak di Surrey, British Columbia, Kanada, 22 Februari 2015. Terkadang fenomena ini bisa terlihat lebih indah dengan pelangi akibat pembiasan cahaya oleh air di dalam awan. (dailymail)



Like a brushstroke: Fallstreak holes are created by a rare atmospheric occurrence sometimes sparked by passing airplanes. Another picture taken by Zora Fernandez in Surrey, BC Sunday morning 



www.dailymail.co.uk

Kamis, 26 Februari 2015

Lele Raksasa Sebesar Hiu Ditangkap Pemancing Italia [FOTO]





Ikan lele banyak dikenal di Indonesia dan hadir dalam banyak ukuran di negara ini. Namun ikan lele berukuran raksasa dengan bobot fantastis bisa jadi hanya ditemukan di segelintir negara.



Salah satunya di Italia, tepatnya di Sungai Po. Pemancing Dino Ferrari menangkap ikan lele seberat 127 kilogram dan panjang lebih 2,6 meter hanya dengan joran dan spinning reel, seperti disampaikan oleh perusahaan sponsor olahraga Sportex, Kamis pekan lalu.



Ferrari merahasiakan di mana tepatnya lokasi di Sungai Po dia berhasil memancing lele raksasa tersebut.



Dilansir CNN, yang membuat penangkapan ini unik adalah karena dilakukan dengan hanya spinning reel, atau rel pemutar benang pancing. Davide Valla dari Sportex mengatakan bahwa ini adalah rekor, untuk pertama kalinya lele sebesar ini ditangkap dengan spinning reel.



Ferrari menghabiskan 40 menit bertarung dengan lele itu sampai bisa menariknya ke daratan. Setelah ditaklukkan, Ferrari tidak menyiakan kesempatan dan langsung berfoto bersama raksasa air tersebut.



Bersama Sportex, Ferrari merayakannya dengan memakan roti dengan keju dan segelas wine. Setelah melalui kegembiraan tersebut, Ferrari melepaskan lele itu kembali ke sungai.



Di alam liar beberapa negara beberapa jenis lele bisa tumbuh sangat besar. Bahkan, lele tangkapan Ferrari bukanlah yang terbesar yang pernah tertangkap. Lele jenis sama juga pernah ditangkap di Sungai Po, beratnya mencapai 135 kg.



Tahun 2009 lalu pada pertandingan memancing Asosiasi Olahraga Pancing Internasional di Amazon, Brasil, seekor lele seberat 155 kg jenis lau-lau atau piraiba tertangkap.



















Sabtu, 14 Februari 2015

Sabang, Sebongkah Tanah Turun dari Surga






Semua pasti tahu Sabang, pulau di paling Barat Indonesia. Disini terletak monumen nol kilometer Indonesia. Pulau yang masuk dalam Provinsi Aceh ini, memiliki ragam keistimewaan mulai dari kuliner, objek wisata dan tentu keramahan penduduknya. Bermodal kelebihan itu, pemerintah Kota Sabang pun berani menargetkan kawasan ini jadi destinasi pilihan turis asing untuk berlibur.





Bahkan, Wali Kota Sabang nekat untuk ‘membayar’ maskapai Garuda Indonesia, demi dibukanya rute Medan – Sabang. Seperti apa?





Pukul 10.42, Jumat (6/2/2015), pesawat ATR 72-600 Garuda Indonesia yang dipiloti Kapten Andreas Kristianto mendarat di Bandara Maimun Saleh di Kota Sabang, Aceh, setelah terbang selama 1 jam 20 menit dari Bandara Internasional Kualanamu di Medan, Sumatera Utara.





Peristiwa ini menandakan sejarah baru khususnya bagi pariwisata Aceh, khususnya Sabang.





Pasalnya penerbangan perdana Medan-Sabang semakin mempermudah wisatawan untuk menikmati keindahan Sabang, wilayah paling barat Indonesia itu. Dengan pengoperasian rute Medan-Sabang, maka setiap Minggu, Garuda Indonesia telah mengoperasikan sebanyak 32 penerbangan dari Aceh setiap minggunya.








Nama Sabang di Pulau Weh, Aceh, perlahan-perlahan mulai mencuri perhatian dan pelan-pelan dikenal di kalangan wisatawan dalam dan luar negeri. Kota ini memiliki warisan alam yang tak terlukiskan dengan kata-kata semata. Salah satunya adalah pemandangan alam yang luar biasa dan pantai-pantai yang memiliki karakteristik.





Tercatat, objek wisata di kawasan ini antara lain Pantai Iboih, Gapang, Kinci, Danau Aneuk Laot, Paradiso, Pantai Kasih, Sumur Tiga, Anoi Itam, Jaboi dan Pasir Putih. Pantai-pantai itu kini makin dibanjiri wisatawan untuk snorkeling dan diving, semakin menggairahkan pariwisata Sabang.





Wisata snorkeling dan diving di pulau Iboih, cukup memiliki karakteristik yang khas dengan pemandangan bawah laut yang luar biasa dan kumpulan ratusan hewan air di dalamnya. Indopost melaporkan apabila menggunakan skala 1 – 10, dari seluruh destinasi wisata yang ada, Sabang mendapat nilai Sembilan (9).





“Pulau ini terbuka untuk siapapun. Mulai dari turis lokal sampai turis asing. Tidak ada disini yang namanya menolak wisatawan,” ujar Zulkifli H Adam, Wali Kota Sabang.





Selain wisata bahari, jangan lupa, posisi Sabang di ujung barat Aceh menjadikan wilayah ini memiliki Tugu Nol Kilometer. Tugu ini selalu diramaikan pengunjung. Rasanya Anda belum sah dikatakan ke Sabang jika belum menyambangi Tugu Nol Kilometer.





Zulkifli yang sejak dua tahun lalu memimpin Kota Sabang memastikan warganya tidak akan bersifat ‘alergi’ dengan wisatawan yang datang dari seluruh penjuru dunia yang memiliki beragam karakteristik.





Kalimat ini terlontar seolah menjelaskan bahwa Kota Sabang, yang merupakan bagian dari Aceh sangat aman dan tidak pernah menolak apa yang namanya investasi dan perkembangan ekonomi. Menurut pria yang aktif di Partai Aceh ini, sejak Aceh bergejolak sejak puluhan tahun silam hingga saat ini, Kota Sabang adalah daerah paling aman.





Penduduk cinta damai dan mengedepankan keramahtamahan. Penduduk sudah memahami bahwa wisatawan baik lokal maupun orang asing, adalah investasi dan harus dijaga agar roda perekonomian terus berjalan. Apalagi, Kota Sabang dihuni oleh warga yang majemuk dari sisi agama maupun suku.





“Wisatawan mau parkir kendaraan di sembarang tempat, tidak akan ada yang curi atau hilang. Inilah Sabang yang bersiap menjadi Kota wisata,” jelasnya, meyakinkan betapa amannya Kota Sabang untuk berinvestasi.





Aksi Nekad Walikota





Aksi ‘nekat’ wali kota untuk menjadikan Kota Sabang menjadi kota wisata pun tidak hanya sampai pada pembenahan sistem di pemerintahan. Pria ini pun memberlakukan pelabuhan bebas. Hampir setiap bulan, kapal-kapal pesiar dari luar negeri singgah di kawasan ini.





Apalagi pelabuhan di bangun di kawasan yang memang lautnya dalam dan mampu disandari oleh kapal pesiar. Termasuk juga merealisasikan transportasi laut yang dapat mengangkut penumpang setiap harinya. Dengan konsep ini, Kota Sabang 24 jam dapat disinggahi wisatawan dengan menggunakan jasa kapal Ferry.





Yang paling nekat dan paling ekstrem yang dilakukan pria berkacamata ini dengan menggandeng maskapai Garuda Indonesia untuk membuka rute penerbangan dari Medan ke Sabang.





Pria ini menandatangani MoU dengan resiko wajib mensubsidi biaya penerbangan apabila penumpang yang terbang ke Sabang tidak lebih dari 22 orang atau tidak terisi sampai 22 sheet. Jadwal penerbangan yang dibuat menuju Sabang dan sebaliknya, ke Kuala Namu, Medan pun dibuka tiga kali dalam seminggu, setiap hari Rabu, Jumat dan Minggu.





Menanggapi aksi nekatnya tersebut, Zulkifli yang pernah berprofesi sebagai sopir truk ini menjelaskan, dengan keindahan Kota Sabang dan keramahan warganya, optimisme daerah ini bakal jadi salah satu destinasi yang paling dibanjiri wisatawan sangat kuat. Merealisasikan hal tersebut, harus diimbangi dengan perluasan jaringan transportasi. Jadi wisatawan memiliki opsi untuk menggunakan jalur laut yang harus melalui Aceh atau menggunakan jalur udara yang dilayani oleh Garuda Indonesia.





Pemkot Sabang terangnya optimis bahwa layanan penerbangan menggunakan pesawat ATR 72-600 yang digawangi oleh Garuda Indonesia bakal diminati oleh wisatawan karena langsung terbang dari Kuala Namu, Medan menuju Sabang.





“Pemkot Sabang akan mempertahankan rute penerbangan ini demi membuka pilihan transportasi yang lebih cepat dan aman. Ini untuk meningkatkan kehadiran wisawatan. Bila perlu semua pejabat daerah yang mau ke luar kota untuk perjalanan dinas harus naik pesawat Garuda. Kalau tidak ya siap-siap saja, karena tidak patuh pada pimpinan,” katanya dengan nada bergurau dipadu logat Aceh yang khas, disambut gelak tawa jajaran pegawai Kota Sabang saat penyambutan penerbangan perdana Pesawat Garuda Indonesia di Landasan Udara Maimun Saleh, Kota Sabang.





Tugu NOL Kilometer yang Baru





Menurut Zulkifli, Sabang daerah perbatasan dan satu-satunya yang memiliki Tugu Nol Kilometer. Tugu Nol Kilometer Sabang saat ini sedang ditutup karena pemugaran, jadi sebaiknya para wisatawan jangan datang dulu ke Sabang, sebab akan kecewa.





"Saat ini tugu tersebut sedang dipugar. Kalau dulu, tugu ini hanya biasa-biasa saja. Tahun ini Tugu Nol Kilometer akan berdiri megah. Siap-siap saja kalau datang ke Sabang, wisatawan akan melihat megahnya Tugu Nol Kilometer," kata Zulkifli.





"Nantinya, jika tugu ini selesai, wisatawan bisa foto dan keluar sertifikat bahwa mereka sudah pernah ke Tugu Nol Kilometer," tukasnya. (*lihat Tugu Nol Kilometer yang baru)





Pada tahun 2012, jumlah wisatawan ke Sabang tercatat 80.000 orang. Tahun 2013, jumlahnya meningkat menjadi 450.000 orang, dan 2014 naik menjadi 1 juta wisatawan.








Menurut Zulkifli, Saat Aceh bergejolak, Sabang merupakan daerah paling aman di Aceh. Panorama alam Sabang, baik itu udaranya, alamnya, maupun baharinya sangat indah, ditambah jenis ikan yang beraneka ragam. Terumbu karang di Sabang juga sangat bagus.





"Jenis ikan di Sabang sudah dihitung oleh ahli dari Inggris, ada sebanyak 538 ikan hias.Hal ini bisa langsung dinikmati wisatawan dalam dan luar negeri."





Sabang itu kata Zulkifli, ibarat "sebongkah tanah turun dari surga". Kok bisa?





Di Sabang ada gunung api di darat dan juga laut. Kalau di daerah lain butuh berhari-hari mencapai gunung berapi. Kata dia, di Sabang, wisatawan hanya turun mobil, lantas berjalan sepanjang 80-100 meter, mereka sudah bisa mencapai gunung berapi.





"Saya pernah ke luar negeri. Tidak pernah saya lihat satu kali pandang kita bisa lihat danau, gunung, laut, dan pulau-pulau kecil. Tidak ada hal seperti ini bisa kita saksikan di negara lain, kecuali di Sabang," tukasnya.





Untuk wisatawan kapal pesiar, Sabang memiliki keunggulan kedalaman laut kita (yang mencapai) 25 meter dan kapal langsung sandar. Biasanya wisatawan kapal pesiar turun ke darat dan berkeliling selama 8 jam atau setengah dari Pulau Weh untuk berwisata.



"Kebanyakan, kapal pesiar dari Eropa," tandasnya.








Apabila anda berkesempatan menyambangi lokasi yang menjadi titik nol kilometer Indonesia bagian Barat ini, jangan lupa juga untuk menikmati beberapa penganan khas. Mie Aceh, Mie Sedap, Kopi Aceh hingga Martabak Telur dan Sate Gurita dipastikan akan memanjakan lidah anda. Termasuk juga menyaksikan langsung wajah baru tugu titik nol kilometer yang saat ini dalam tahap renovasi.





Berapa biaya untuk tiba di Sabang? 





Untuk satu kali perjalanan dibutuhkan dana dikisaran Rp4 juta untuk transportasi udara menggunakan Garuda Indonesia. Penginapan dimulai dikisaran harga Rp180 ribu per malam jenis Cottage. Biaya sewa mobil dikisaran Rp450 ribu per hari atau dapat juga menyewa motor untuk lebih menghemat biaya. Biaya Snorkeling dimulai dari Rp75 ribu dengan menyewa speed boat Rp200 ribu. Selebihnya, tinggal siapkan uang saku anda untuk mencicipi kuliner khas Sabang!



kompas/indopost
















DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.






Awan Oranye Beracun Gegerkan Barcelona (PHOTO)

Awan oranye dan beracun itu berasal dari sebuah pabrik kimia, dan menyebar ke kota-kota kecil di sekitar Barcelona, Spanyol. Akibat insiden itu, pemerintah menyerukan penduduk untuk tak keluar rumah dan menutup jendela mereka.















Red alert: The orange toxic cloud sits behind the local hospital. Nitric acid vapour can affect the eyes, throat and skin but higher doses can cause severe burns







DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.