Tampilkan postingan dengan label Muallaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muallaf. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2015

Muallaf Gadungan Ungkap Cara FBI Menyusup ke Dalam Masjid





Seorang warga california, Craig Monteilh memaparkan cara FBI menyusup ke Masjid selama bertahun-tahun. Monteilh ialah seorang informan FBI yang memata-matai Muslim yang tidak bersalah dalam upaya menjebak mereka ke dalam retorika ekstrimis.



"FBI membayar saya untuk menyusup Masjid di Los Angeles dan Orange County di California Selatan, sebagai operasi pengawasan yang sangat luas untuk memberi mereka informasi pribadi Muslim," ujar Monteilh dilansir onislam (5/3).



Ia mengaku direkrut oleh FBI dari Juli 2006 sampai Oktober 2007. Dalam Operasi Flex, Monteilh mengatakan ia menempatkan alat perekam di kantor imam dan seorang siswa Muslim.



Dalam menjadi informan ia mendapatkan pelatihan intensif, di mana ia belajar untuk berpura-pura menjadi Muslim. Setiap bulannya, Monteilh mendapat bayaran sejumlah 11 ribu USD.



"FBI melatih saya dalam ajaran Islam, dalam prinsip-prinsip dasar dari bahasa Arab, dan hanya untuk berbaur dengan masyarakat dan perlahan-lahan mengintegrasikan diri sebagai laki-laki Muslim," katanya.









Awalnya ia berpikir tugas yang dilakukan merupakan tugas seorang pejuang FBI. Namun, ia memutuskan untuk berhenti karena menyadari bahwa ia telah memata-matai orang yang tidak bersalah.



"Mereka tidak menganut retorika teroris, tapi aku masih memata-matai mereka dan memberikan FBI informasi yang mereka inginkan," kata dua.



Kasus Monteilh bukanlah yang pertama untuk mengungkapkan taktik FBI mengirim informan ke masjid. Pada 2009, kelompok Muslim mengancam akan menangguhkan semua kontak dengan FBI atas pengiriman informan ke Masjid.



ONISLAM |

Kamis, 11 Desember 2014

Partai Perancis Pecat Anggotanya yang Masuk Islam





Front Nasional (FN), kelompok sayap kanan Prancis, memecat Maxence Buttey -- anggota dewan lokal yang memeluk Islam dan mengajak rekan-rekannya di dalam partai mempelajari Alquran.



"Ada banyak Islamofobia di FN," ujar Buttey, anggota dewan kota terpilih Noisy-le-Grand, wilayah di pinggiran Paris, kepada Le Parisien dan France 24.



"Bukan Marine Le Pen, banyak pemimpin FN yang tidak tahu perbedaan antara kehidupan pribadi dan publik," lanjutnya.



Buttey, kini berusia 22 tahun, berasal dari keluarga Katolik taat. Ia membaca Alkitab secara rutin, memahami hampir seluruh isinya.



Ia juga membaca kitab-kitab agama lain, salah satunya Alquran. Perlu waktu lama bagi Buttey untuk sampai pada kesimpulan Alquran lebih memiliki kabajikan visioner, dan ia memutuskan menjadi Muslim.



Ia membuat video berisi ceramah, untuk mengajak rekan-rekan di FN mengikuti jalannya. Video dikirim ke sejumlah rekan. Prancis gempar.



Marine Le Pen, pimpinan FN, dan Marechal Le Pen -- keponakan Marine -- mengecam dan mendesak Buttey dipecat sebagai tindakan hukuman terhadapnya.



Jordan Bardella, pimpinan lokal FN, membenarkan pemecatan Buttey. Kepada Agence France Presse (AFP), Bardella mengatakan Buttey adalah bocah tidak stabil, dan memiliki kemampuan terbatas untuk bekerja secara kelompok.



Sebagai wakil rakyat terpilih, Buttey masih akan duduk di dewan kota Noisy-le-Grande, tapi tidak memiliki tugas apa pun.



FN, partai yang didirikan Jean-Marie le Pen, mengadopsi anti-Islam dan anti-imigran. Sikap anti-Islam tidak diperlihatkan secara langsung, tapi melalui kampanye anti-daging halal, anti-hijab di sekolah, dan terakhir anti-kebab. (*inl)





DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.